Cerita Nama Warung Coto di Maros yang Bikin Cemas Pemiliknya

MAROS, MM – Nama warungnya Makan!. Ada tanda seru di belakang kata “makan”. Sebab memang ini warung makan.

Sekilas sederhana saja. Makan. Ada tanda serunya. Namun siapa sangka, nama itu sempat membuat cemas pemiliknya. “Terlalu kekinian, milenial,” ujar Ulla Mo, pemilik warung Makan!, Selasa, 25 Februari 2020.

Bukan soal kekiniannya yang membuat cemas. Namun kaitannya dengan menu yang disajikan. Sejak buka 19 Oktober 2019 di Jalan Poros Makassar-Maros, Mandai, Makan! menyuguhkan dua menu; coto dan pallubasa.

Biar bagaimana pun, timpal Ulla, coto dan pallubasa adalah dua masakan legendaris. Terkenal sejak lampau. Makanya, dia sempat mengkhawatirkan pemberian nama itu.

Namun seiring waktu, Makan! tetap dikenal sebagai warung dengan konsep modern, namun tak melupakan kearifan masa lalu masakannya. “Saya bahkan tidak lagi memikirkan bahwa saya berani ambil risiko membuat warung,” ucap ayah satu anak itu.

Ulla memang membuat keputusan penting dalam hidupnya sebelum membuka Makan!. Dia meninggalkan warung tempatnya bekerja lebih dari 23 tahun. Di sana Ulla menjalani rutinitas yang “aman”. Bekerja dan terima gaji, lancar.

Namun dia merasa sudah waktunya mandiri. Dia pun pulang kampung ke Maros. Membawa coto dan pallubasa yang sudah sangat diakrabinya.

Makan! tumbuh dengan membuat segmentasi sendiri. Sudah punya langganan tersendiri. Coto yang dijual tidak dijual murah seperti banyak kompetitor. Namun dibuat agak menengah, sebab memang bahan bakunya tidak menuntut harga minim. Ulla menggunakan daging lokal dan banyak rempah.

Kini, Makan! kian lengkap menunya. Mulai 7 Februari 2020, ada penambahan berupa sop saudara dan sop paru. Dan ada dua lagi, yakni ikan laut bakar dan ikan bolu bakar.

Khusus untuk menu ikan bakar, Ulla menggandeng seorang sahabatnya, Munir “Luly” Parecu untuk berkolaborasi. Mereka bekerja sama menghadirkan ikan bakar khas dengan bumbu parape.

Ikan bakar menjadi menu andalan Makan! di waktu malam. Pembakaran diletakkan di depan warung, agar mudah dilihat oleh pengendara. “Saya menggaransi ini ikan laut bakar dengan harga termurah di Maros. Kalau coto di sini bukan yang termurah, namun yang terenak,” klaim Luly. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.