Soal Pekerja, Tajerimin Nilai Maros Sangat Tertinggal

MAROS, MM – Sembari menunggu rekomendasi parpol, Andi Tajerimin terus menggodok program-programnya. Terbaru soal BPJS Ketenagakerjaan.

Pemilik jargon “Maros untuk Semua” itu mengaku telah menyiapkan skema jaminan asuransi untuk pekerja nonformal. Semisal guru mengaji, ketua RT, nelayan, petani, hingga pemandi mayat.

Read More

Wakil Bendahara Partai Golkar Sulsel itu bahkan memasukkan guru honorer dalam kriteria itu.

Tajerimin menilai saat ini Maros sangat tertinggal, termasuk jaminan sosial bagi para pekerja. Versi dia, banyak sekali pekerja di Maros yang tidak masuk dalam jaminan ketenagakerjaan di BPJS.

“Jika saya ditakdirkan jadi bupati Maros, Pemkab akan memberi subsidi untuk pekerja Bukan Penerima Upah (BPU),” ujarnya dalam rilis yang dikirim tim medianya, Rabu, 26 Februari 2020.

Skemanya, setiap pekerja akan mendapat subsidi Rp10.000. Dianggarkan di APBD Kabupaten Maros.

Tajerimin menyebut, untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebetulnya cukup murah. Hanya dengan membayar iuran Rp16.800 per bulan atau Rp201.600 per tahun, pekerja BPU sudah dilindungi dua program; jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Tajerimin yang digadang-gadang berpasangan Havid S Fasha berharap bisa diusung Partai Golkar, serta PKB yang kepengurusannya di kabupaten dipimpin Havid. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.