Tahajud Menguatkan Iman dan Imun

Oleh Hamka Mahmud*

KALAU kita amati saat ini begitu banyak orang yang berupaya keras meningkatkan antibodinya atau imunnya. Agar dapat menangkal Covid-19. Dengan berbagai macam cara dilakukan. Ada yang berjemur dan ada yang olahraga.

Read More

Seperti yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang viral vidionya sedang olahraga di monas pada pukul 10 pagi. Dilakukan atas saran pakar. Mantan Kapolri yang pernah penulis ketemu lansung. Bahkan memberi kata sambutan buku penulis: Ini Jalanku Dai Kamtibmas Sebuah Pengabdian.

Sementara pakar gizi dari Unhas yang juga teman majelis penulis saat belajar terjemahan Alquran dengan KH Arif Marzuki di Darul Istiqamah yaitu Prof Veny Hadju, menyarankan asupan gizi seimbang. Sebab hal itu dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal virus.

Bagi umat Islam ada amalan yang jika dikerjakan meningkatkan iman. Hal itu diungkap dalam Alquran, dengan istilah maqaman mahmuda.

Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. QS. Surat Al-Isra’: 79

Juga amalan tahajud menguatkan imun. Tulisan ini mempertegas lagi artikel sebelumnya seri 529. Terkait penjelasan ilmiah bahwa tahajud dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Kembali penulis mengukutif uraian Prof Muhammad Sholeh. Hasil meneliti efek salat tahajud bagi sistem kekebalan tubuh.

Yaitu saat ia meneliti sekelompok santri. Diambil sampel darahnya 51 siswa SMA Lukmanul Hakim di Pesantren Hidayatullah Surabaya. Para siswa itu diambil darahnya sebelum melakukan salat tahajud.

Lalu meminta mereka melakukan salat tahajud selama sebulan. Setelah itu, mereka kemudian diambil lagi darahnya dan setelah dua bulan salat tahajud diambil sekali lagi sampel darahnya.

Nah, pada pengambilan sampel darah terakhir itu mengungkap variabel hasil yang diteliti ada 9: yaitu makrovat, boisisovir, momorsi, antibodi, imbulin a, n, g, b, e, dan hormon kortisol yang dihasilkan oleh anak ginjal.

Sehingga ia berkesimpulan bahwa hormon kortisol penuh di tubuh, hal Itu merupakan tanda-tanda kalau seseorang sedang mengalami stres. Penumpukan hormon ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, liver, jantung, hipertensi, dan sebagainya.

Lalu beliau berpendapat peranan salat tahajud ternyata dapat mengurangi jumlah hormon kortisol yang meningkat, menjadi seimbang kembali. Sehingga mengurangi tingkat stres pada seseorang. Jadi, sistem imunitasnya menjadi baik.

Jika tingkat stres rendah, maka seseorang memiliki imun yang kuat. Sehingga tubuhnya pun mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita atau menangkal virus yang menyerang. jelas aktivis di Ikatan Ahli Patobiologi Indonesia.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa olahraga, dan asupan gizi yang baik, lalu dipadukan dengan salat tahajud yang rutin setiap malam. Maka hasilnya tubuh akan kuat, jiwa jadi lapang, pikiran jadi cemerlang.

Hingga covid 19 atau virus apapun menyerang dapat ditangkal. Sebab iman dan imun berpadu saling menguatkan satu sama lain. Bukan hanya itu, mendapat kedudukan mulia di sisi Allah (maqaman mahmuda) yang tentu itu lebih baik.

Iman bertambah karena ibadah. Imun bertambah kuat karena tahajud menenangkan jiwa. (*)

*Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika. Ini adalah Kajian Seri 530. Penulis bisa dihubungi di nomor HP 081285693559.

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.