Projo Maros Desak Polsek Lau Tahan Tersangka Dugaan Penganiayaan

MAROS, MM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Kabupaten Maros memutuskan mengambil peran pada sebuah kasus dugaan penganiayaan yang ditangani Polsek Lau. Projo mendesak Kapolsek Lau untuk ikut mengawal kinerja penyidik yang mereka tuding melakukan penyimpangan penegakan hukum.

Dalam keterangan persnya kepada media di Maros, Sabtu, 25 April, tim hukum Projo Kabupaten Maros yang terdiri atas Hardi SH, Ahmad Saputra SH, Yudhi Abdi Wibowo SH menilai ada praktik tebang pilih dalam kasus tersebut.

Read More

Hardi menceritakan, kasus ini bermula dari cekcok antar warga di Lau, Senin, 9 Maret 2020 lalu. Versi Haruddin, warga yang melaporkan kasus ini ke Polsek Lau, dia sedang mencuci mobil di depan rumahnya pagi itu. Tetangganya, Nursiah berkeberatan karena air bekas cuci mobil merembes ke depan rumahnya.

Masih berdasar penuturan Haruddin, suami Nursiah yang bernama Arsyad pun keluar dan langsung memukul menggunakan kursi plastik. Haruddin refleks merangkul dan terjadi pergumulan. Pada situasi itu, Nursiah disebut membantu suaminya dengan melempari batu Haruddin sebanyak dua kali.

Haruddin pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Lau dugaan penganiayaan. Belakangan, Arsyad dan Nursiah melapor juga ke Polres Maros dengan dugaan yang sama.

Keberatan datang dari pihak Haruddin karena hingga saat ini tidak ada progres berarti dalam laporannya di Polsek. Sebaliknya, Haruddin malah ditetapkan sebagai tersangka di Polres Maros dan ditahan sejak 14 April.

“Berdasarkan informasi dari penyidik Polsek Lau, terlapor juga sudah berstatus tersangka tetapi tidak dilakukan penahanan,” imbuh Hardi.

Pihak Haruddin menempuh beberapa langkah. Selain melayangkan surat protes kepada Polsek Lau, juga meminta Projo ikut mendampingi.

“Melihat ketimpangan itu, kami mendesak Kapolsek Lau maupun Kapolres Maros bersikap adil dengan melakukan penahanan atau tidak terhadap kedua belah pihak,” lanjut Hardi.

Projo juga meminta pimpinan institusi kepolisian tersebut memerintahkan penyidik Polsek Lau dan penyidik Polres Maros segera memeriksa saksi-saksi yang telah mereka sebutkan dalam surat penjelasan kronologis.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Lau melalui Kanitres Polsek Lau, Iptu Junardi, mengatakan, Arsyad memang belum ditahan lantaran masih melakukan perjalanan ke Bogor beberapa waktu lalu. Namun, sudah ditetapkan jadi tersangka.

“Sudah dipanggil kemarin. Cuma kan baru pulang dari Bogor. Kita tunggu dulu masa karantinanya 14 hari selesai,” katanya.

Dia menjelaskan, kedua belah pihak sebelumnya memang saling lapor. Masing-masing ditangani Polres Maros dan Polsek Lau dan dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

“Masing-masing sudah berimbang. Sudah sidik semua,” jelas Junardi. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts