Kepadatan Pelelangan Dikritik, Kadis Perikanan: Penjual Sayur yang Melanggar

MAROS, MM – Kerumunan warga di area Tempat Pelelalangan Ikan (TPI) belum bisa terhindarkan. Physical distancing sama sekali diabaikan.

Beberapa waktu belakangan, kepadatan di pelelangan tersebut memang banjir kritikan. Banyak yang menilai pemerintah daerah tebang pilih.

Read More

Beredar foto di media sosial yang gambarnya diabadikan Jumat pagi, 24 April 2020. Akses masuk ke TPI masih tampak sesak. Sebelumnya juga ada beberapa unggahan yang mengeluhkan hal sama.

Namun, Kepala Dinas Perikanan Maros, Muhadir, mengklaim, permasalahan utama adanya kerumunan warga sebenarnya di area jualan akses masuk. Bukan di dalam TPI.

“Kalau kita mau soroti, sebenarnya tidak berhak itu yang menjual di pinggir jalan sebelum pintu gerbang. Itu yang menghalangi,” ucapnya kepada MataMaros.com, Minggu, 26 April 2020.

Hanya saja, lapak-lapak tersebut belum dapat ditertibkan. “Coba tidak ada itu yang dipinggir jalan, bebas orang masuk,” imbuhnya.

Menurut Muhadir, pedagang sayur di pinggir jalan tersebut mestinya direlokasi ke Pasar Tramo. “Namanya TPI kan, penjual ikan saja. Makanya karena ada mereka, warga yang datang beli ikan, sekalian beli sayur juga,” katanya.

Namun, pihaknya berjanji akan mengambil sikap yang tegas. “Nanti saya sampaikan ke kepala TPI untuk bersurat ke Satpol PP agar bisa stand by durasi satu jam di situ,” ungkap Muhadir.

Karena, menurutnya, puncak keramaian di TPI terjadi sekitar pukul 07.00-08.15 Wita. Setelah itu, pengunjung sudah berkurang dan lengang.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Satpol-PP Maros, Erhan Haris, mengaku segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perikanan dan Dinas Perhubungan. Menurutnya, Satpol-PP akan bertindak sesuai penegakan.

“Kalau memang aturannya tidak sesuai, baru kita ambil tindakan. Tetapi biasanya tidak langsung tindakan keras. Diperingati dulu. Kalau tidak mau, biasanya baru ada aksi,” katanya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts