Sakatama Bagi 1.000 Paket Sembako, Sasar Pekerja yang Dirumahkan

MAROS, MM – PT Sanusi Karsa Tama (Sakatama) bagi-bagi 250 paket sembako. Sasaran utamanya pekerja yang dirumahkan.

Itu baru tahap awal. Sebenarnya, tersedia 1.000 paket yang selanjutnya akan dibagikan secara bertahap.

Read More

Ratusan bantuan tersebut diangkut dua mobil pikap yang dikawal personel Polsek Tanralili. Lalu, disalurkan dengan cara yang berbeda di Kecamatan Tanralili dan Moncongloe.

Penerima tak dibagikan di satu titik. Pegawai PT Sakatama langsung mengunjungi rumah warga. Mengetuk pintu, lalu memberinya sembako. Sehingga kebanyakan warga terkejut karena kebagian bantuan.

Owner Sakatama, Abdul Salam, menjelaskan, rumah-rumah yang dikunjungi tersebut telah didata sebelumnya. Mereka merupakan pekerja yang sedang dirumahkan.

“Kami minta bantuan kepada ketua RT untuk mendata masyarakat yang sama sekali tidak ada penghasilan selama wabah. Itu yang kami utamakan,” tuturnya kepada MataMaros.com, Jumat, 1 Mei 2020.

Khusus pembagian sembako hari ini, ia memprioritaskan warga di empat perumahan milik PT Sakatama dahulu. Keempatnya, yakni Bumi Salam Sejahtera (BSS) Bukit Indah Kapuk, BSS Land Mandai, BSS 1, dan BSS 2.

“Banyak warga yang terdampak. Contoh di sini (Bukit Indah Kapuk), ada karyawan rumah makan mitra Angkasa Pura yang tak lagi bekerja. Begitu pun di BSS 2, banyak yang kerja di mal,” ungkap Salam.

Namun, beda halnya di BSS 1. Warganya dominan pegawai RSUP Wahidin Sudirohusodo. “Itu perumahan kita yang paling kecil warganya terdampak Covid-19,” imbuhnya.

Adapun isi paket sembako yang disalurkan, di antaranya beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 kg, dan mi instan. Ada pula perlengkapan lainnya, seperti sabun mandi dan pasta gigi.

“Ada 8 ton beras yang akan kita salurkan. Hari ini 2 ton yang sudah kita masukkan ke dalam paket,” sebut Salam.

Ia menjelaskan, bantuan ini dibagi menjadi empat tahap atau disalurkan 250 paket tiap pekan. Rencananya, penyaluran sembako selanjutnya bakal dilaksanakan bersama Kapolres Maros.

“Setelah di Maros, kita sasar juga ke Makassar yang padat penduduk, tepatnya di Jl Kandea III. Di sana banyak tukang becak dan pengrajin sofa,” ungkap Salam.

Sementara itu, salah seorang warga Tanralili yang menerima bantuan, Rigita, menuturkan terima kasihnya kepada PT Satakama. Sembako itu dianggap bisa meringankan kebutuhannya sementara waktu.

“Bersyukur ada seperti ini karena saya lagi dirumahkan. Lagi tidak ada penghasilan,” ujar pegawai salah satu rumah makan di bandara ini. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts