Belum Semua ASN Maros Berzakat di Baznas, Harusnya Terkumpul Rp10 M

MAROS, MM – Belum semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Maros yang mau berzakat di Baznas. Malah, jumlahnya baru separuh dari total data yang ada.

Ketua Baznas Maros, Said Patombongi, menyebutkan, terdata sekitar 7.000 ASN. Namun, mereka yang berzakat di Baznas baru sekitar 3.000 ASN. Dengan jumlah tersebut, zakat yang terkumpul Rp3,2 miliar tahun lalu.

Read More

“Baru separuh. Andaikan 7.000 ASN itu dipukul rata semua zakat 2,5 persen, seperti di Enrekang, kita bisa capai angka Rp10 miliar,” bebernya kepada MataMaros.com, Sabtu, 2 Mei 2020.

Namun, kenyataannya di Maros belum bisa direalisasikan. “Kalau kita di sini masih membujuk, datangi mereka, dan tanda tangan. Lalu gajinya dipotong di BPD tiap bulan,” kata Ustaz Andis, sapaan karib Said.

Ia pun berharap, ASN bisa makin percaya menyalurkan zakatnya ke Baznas. Pengurus sudah menjamin transparansinya.

“Kita berharap setelah lihat kita punya gerakan, mendapatkan penghargaan audit dengan predikat wajar, kita mendapatkan sertifikat kompetensi, mestinya semakin percaya dengan transparansi kita,” tuturnya.

Apalagi, zakat yang disalurkan kembali ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga. “Honorer yang bekerja di situ kita santuni,” ungkap Ustaz Andis.

Namun, ia tetap bersyukur lantaran muzaki di Baznas masih dominan ASN. Adapun target zakat dan infaq Baznas Maros tahun ini Rp5 miliar. Sementara, zakat fitrah Rp8 miliar.

“Tetapi kita tidak tahu dengan adanya wabah ini. Kita tetap optimis lah,” ujarnya. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts