BLT Dana Desa di Maros Akhirnya Cair Juga

MAROS, MM – Setelah sempat dikabarkan terhambat Perbup, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp600.000 yang bersumber dari Dana Desa (DD) akhirnya disalurkan. Kuota penerimanya 14.534 Kepala Keluarga (KK).

Bupati Maros, Hatta Rahman, menyerahkan secara simbolis di Dusun Pakere, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Rabu, 6 Mei 2020. Khusus di desa tersebut, ada 179 penerima.

Read More

“Kita serahkan simbolis pertama kalinya di sini (Simbang) untuk 80 desa. Ini merupakan Dana DD untuk pembangunan diubah menjadi dana BLT,” ungkapnya.

Hatta menuturkan, BLT ini merupakan salah salah satu bentuk bantuan penanganan Covid-19. “Mudah-mudahan bisa meringankan beban warga dalam menghadapi persoalan ekonomi yang semakin sulit,” katanya.

Adapun total BLT DD di Maros berkisar Rp26 miliar. Seperti halnya BLT Kemensos, bantuan ini juga disalurkan selama tiga bulan; April, Mei, Juni.

“Semua desa mendata masyarakat yang menerima BLT-nya,” imbuh Hatta.

Pendamping Desa Kecamatan Simbang, Ikhsanul Amri, menyebutkan, ada 14 kriteria penerima BLT. Beberapa di antaranya, luas lantai rumah kurang dari 8 meter persegi, kemudian dinding bukan tembok atau paling tidak belum diplester.

“Kemudian, pendapatan kurang Rp600 ribu per bulan. Paling diutamakan sasarannya adalah warga yang terdampak Covid-19,” tambahya.

Warga yang dimaksud adalah mereka yang kehilangan mata pencarian, anggota rumah tangga rentan sakit, dan dia tidak terdaftar di jaringan pengaman sosial. Tak kebagian PKH, BPNT, dan BLT Kemensos.

Kepala Desa Bonto Tallasa, Sultan, menuturkan, anggaran yang disiapkan Rp322,2 juta. “Rp104, juta per bulan. Sudah siap sampai Juni mendatang,” katanya.

Adapun aturan kuota penerima BLT di tiap desa bergantung dari besaran pagu anggarannya. Di bawah Rp800 juta menyiapkan BLT maksimal 25 persen dari pagu, Rp800 juta-Rp1,2 miliar maksimal 30 persen, dan di atas Rp1,2 miliar menyiapkan maksimal 35 persen. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts