Warga Maros Terkonfirmasi Covid-19 setelah Meninggal, Para Pelayat Langsung Dicari

MAROS, MM – Kasus kedua kematian pasien positif Covid-19 di Maros diumumkan, Rabu, 6 Mei 2020. Seorang warga berjenis kelamin laki-laki (43) di Dusun Ongkoe, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu.

Hanya saja, dia terkonfirmasi positif beberapa hari setelah meninggal dunia, Sabtu, 2 Mei. Warga tersebut pun tak dimakamkan berdasarkan protap Covid-19.

Read More

Hasil swab test baru keluar Senin, 4 Mei 2020. Sebelumnya, pasien ini dirawat di RS Akademis Jaury Jusuf Putera. Ia memiliki riwayat penyakit ginjal.

Konfirmasi bahwa pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19 memang sempat menuai kontroversi. Lantaran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel sudah merilisnya kemarin, Selasa, 5 Mei 2020.

Sehingga data pasien positif di Maros yang terpantau di situs Covid-19 Sulsel sudah tekonfirmasi dua orang. Sementara, laporan di tim Gugus Tugas Maros masih tetap satu orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin, berdalih, pihaknya baru menerima informasi tersebut malam hari, Selasa, 5 Mei 2020. Pasien tersebut tidak pernah dirawat di Maros. Sehingga data pasien yang meninggal baru bisa ditambahkan, Rabu, 6 Mei 2020.

“Tiga hari meninggal baru kita tahu. Seharusnya pada saat PDP sudah ada laporan,” katanya kepada MataMaros.com, Rabu, 6 Mei 2020.

Ia pun menyayangkan tak adanya informasi terkait hal tersebut dari RS Akademis Jaury Jusuf Putera. “Tanggal 2 (Mei) di-swab, tanggal 4 (Mei) keluar hasilnya,” ungkap Syarifuddin.

Tim gugus tugas pun langsung meminta pihak Puskesmas Marusu segera melakukan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak fisik. Mereka harus segera menerima rapid test.

“Saya sampaikan baik-baik, termasuk yang memandikan, membungkus, dan memakamkannya. Pelayat yang agak susah,” kata Syarif sapaan karibnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Marusu, Sunarso, mengaku, pihaknya segera melakukan tracking warga. “Yang mandikan, yang memegang, kita akan rapid semua. Semoga hasilnya negatif,” tuturnya.

Dia pun mengaku sebelumnya tak ada pemberitahuan apa-apa terkait pasien. Tiba-tiba saja muncul informasi bahwa warga tersebut positif.

“Kenapa dikeluarkan, dibawa pulang, kalau diperkirakan (Covid-19)? Paling tidak PDP. Ini tidak ada pemberitahuan,” ungkapnya.

Adapun total kasus positif Covid-19 di Maros kini mencapai 36 kasus. Selain pasien asal Marusu tersebut, ada tambahan dua orang sebelumnya yang terdata Selasa, 5 Mei 2020.

Keduanya merupakan warga perempuan (28) asal Marusu dan warga perempuan (61) asal Turikale. Kemudian, satu orang dinyatakan sembuh, yakni warga perempuan (32) asal Tanralili. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts