Pendaftaran Siswa Baru Tetap Manual, Catat Waktunya

MAROS, MM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Maros sulit dilaksanakan secara daring. Meskipun metode tersebut diinginkan di tengah wabah Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Maros, Takdir, mengatakan, PPDB tingkat SMP kemungkinan dibuka usai lebaran, pekan keempat Mei. Pelaksanaannya terap digelar normal.

Read More

“Memang kita tidak lakukan model online. Melihat kondisi sekolah geografis sekolah kita, ada yang sulit melaksanakannya,” ungkapnya, Rabu, 6 Mei 2020.

Pertimbangan utamanya, yakni masalah jaringan internet. Ia menyebutkan, tak semua daerah di Maros yang bisa terjangkau, seperti di Mallawa.

“Kami juga tidak mau setengah-setengah online,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Maros ini.

Kini, pihaknya sedang fokus mengurus penerinaan sistem zonasi. Apalagi kebijakan tahun ini berubah, kuotanya minimal 50 persen. Sisanya untuk kuota afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP Disdik Maros, Abdul Muis, menjelaskan, aturan sebelumnya, zonasi maksimal 90 persen. Artinya bisa dari kurang dari jumlah tersebut.

“Tahun ini minimal 50 persen. Dalam artian, sekolah bisa menerima 65 persen, 70 persen atau lebih,” ungkapnya.

Nanti, lanjut Muis, ketika kuota zonasi tidak terpenuhi, sekolah baru bisa mengambil kebijkan afirmasi. “Nah kalau zonasi dan afirmasi tidak terpenuhi, baru ambil jalur perpindahan orang tua,” jelas Muis. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts