Warga di Ongkoe Bantah Almarhum Keluarganya Positif Covid-19, Cari Hasil Tesnya

MAROS, MM – Sejumlah warga di Dusun Ongkoe, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, tak menerima keluarganya dinyatakan positif Covid-19. Selama sakit, pihak keluarga merasa tak ada gejala mengarah ke corona.

Sebelumnya, warga laki-laki (43) asal Ongkoe tercatat positif Covid-19 dalam data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, Rabu, 6 Mei 2020. Data tersebut dikeluarkan setelah yang bersangkutan meninggal dunia, beberapa waktu lalu.

Read More

Keluarganya pun angkat bicara. Klarifikasinya dimulai dari Devi (21), keponakan almarhum. Ia menjelaskan, almarhum menderita sakit ginjal.

Almarhum disebut tidak pernah diperiksa dengan tujuan tes Covid-19. Tak pernah pula masuk ke dalam daftar PDP maupun ODP.

“Nyatanya, tidak ada gejala corona,” ungkapnya kepada MataMaros.com, Jumat, 8 Mei 2020.

Istri almarhum, Asti (36), pun menyayangkan, tak adanya pemberitahuan dari pihak gugus tugas sebelumnya. Informasi bahwa suaminya dinyatakan positif.

“Kenapa duluan dimediakan daripada pemberitahuan ke keluarga. Seharusnya kita dulu yang ditanya. Kenapa tidak ditanyakan ke keluarga inti?,” ujarnya.

Asti mengaku terkejut dengan adanya informasi bahwa almarhum dinyatakan positif Covid-19. “Karena kita juga keluar dari rumah sakit secara baik-baik. Tidak ada apa-apa,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pihak keluarga sama sekali tak pernah menerima hasil swab test apa pun terkait indikasi corona. “Kami cari juga. Ini tidak ada,” kata Asti.

Sementara itu, Camat Marusu, Jufri, mengatakan, memang sudah ada tiga kasus indikasi Covid-19 yang hasil swab-nya tidak diterima pihak keluarga. Mulai dari warga di Nisombalia, Pabbentengan, dan Tellumpoccoe ini.

“Sehingga terkadang orang bingung. Adapun yang disampaikan terkait temuan (positif), mudah-mudahan tidak benar. Sehingga masyarakat tidak resah,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Marusu, Sunarso, menambahkan, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan rapid test ke keluarga almarhum. Upaya ini diambil untuk tetap menindaklanjuti hasil rilis dari provinsi.

“Kita antisipasi jangan sampai betul positif. Kami berharap, tidak positif. Kami berharap tidak benar. Tetapi kami harus antisipasi cepat,” katanya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Maros mengaku telah menerima data pasien tersebut dari Gugus Tugas Provinsi. Orang-orang yang sempat kontak dengan jenazah pun dicari datanya untuk diminta melakukan rapid test.

Hal itu juga diakui keluarga almarhum mengagetkan. Sebab tiba-tiba saja keluarga yang meninggal dan dimakamkan secara normal, dinyatakan terkait Covid-19. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts