Kupu-kupu Telah Hinggap di Tugu Perjuangan Melawan Covid-19

MAROS, MM – Tanggal 15 Ramadan lalu adalah hari yang dinanti para seniman tugu perjuangan melawan Covid-19 di Tanralili, Maros. “Kupu-kupu” yang dirakit terpisah telah hinggap di atas monumen berbentuk love itu.

Mereka memang mengerjakan ini dengan sangat hati-hati. Ini tugu cinta, berbentuk hati. Dibangunnya mesti pakai hati. Target selesai dalam 10 hari dikesampingkan, diganti dengan ketelitian.

Read More

Toh waktunya akan tiba jua. Dan kini semuanya hampir rampung.

Dalam waktu yang tidak begitu lama, bambu-bambu penahan bangunan akan dilepas. Tugu bakal berdiri sendiri, kokoh, di atas perbukitan itu. Sebuah monumen yang dipersembahkan untuk dokter, perawat, dan semua garda terdepan penanganan pasien Covid-19.

Sang inisiator, Abdul Salam merasa perlu mengabadikan ucapan terima kasih. Saat kebanyakan orang diminta untuk menjaga diri di rumah, ada yang harus tetap berjibaku dengan virus.

Merekalah para pahlawan medis itu. Pakaian tebal dan segala yang diperuntukkan untuk melindungi diri bukan jaminan terbebas dari penularan. Terbukti ada beberapa orang yang gugur usai menjalankan tugas di ruang perawatan.

Satu hal lagi, saat kebanyakan kita bisa tetap memeluk keluarga sambil menonton televisi, ada dokter dan perawat yang tak pulang ke rumah selama berhari-hari. Mereka melepas penat di penginapan khusus, namun hanya bisa melepas rindu di layar ponsel.

Semua harus dilakukan untuk memastikan mikroba yang berseliweran di tempat perjuangan mereka, tak pindah ke rumah, tempat orang-orang terkasih berada.

“Itulah mengapa tugu love ini didirikan. Kami kehabisan kata-kata untuk melafalkan terima kasih. Biarlah ini yang mewakili, abadi, selamanya,” tutur Salam, Minggu, 10 Mei 2020.

Tetapi Salam tak mau terburu-buru melakukan peresmian. Dia akan menunggu hingga wabah benar-benar pergi. “Terbang seperti kupu-kupu,” ucapnya.

Penantian itu dilakukan agar para dokter, perawat, dan pejuang kesehatan lainnya bisa hadir di acara peresmian. Sebab untuk merekalah tugu dibangun. Mereka harus melihat sendiri ucapan terima kasih itu sudah berdiri.

Tugu itu terletak di dalam kawasan Bumi Salam Sejahtera (BSS) Bukit Indah Kapuk, Dusun Kaluku, Desa Purna Karya, Kecamatan Tanralili.

Di lokasi itu sebelumnya, Salam yang merupakan owner PT Sanusi Karsa Tama (Sakatama) memang merencanakan ada tugu. Tetapi berbentuk tangan menggenggam bola dunia. Perencanaan berubah di tengah jalan karena Salam melihat betapa sengitnya perjuangan para dokter, paramedis, dan relawan kemanusiaan di masa wabah ini.

Tugu sebentar lagi selesai. Ungkapan terima kasih yang dibuat sekokoh mungkin, di atas ketinggian. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts