Bupati Tegur Warga Desa yang Asal Semprot dan Tutup Jalan

MAROS, MM – Beredar video amatir Bupati Maros, Hatta Rahman, memberi teguran kepada warga penjaga portal di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu. Ia melarang penggunaan disinfektan dan penutupan jalan tanpa izin.

Video berdurasi 2 menit 50 detik itu memperlihatkan bupati turun dari mobilnya. Lalu menegur warga yang menjaga portal.

Read More

Ia terlihat menanyakan mengapa cairan disinfektan masih dipakai untuk menyemprot orang. Padahal, itu sudah dilarang.

“Ini untuk benda mati. Tidak boleh lagi ada seperti ini,” kata Hatta dalam potongan video tersebut.

Saat dikonfirmasi, Hatta menjelaskan, dirinya sedang menuju Desa Bonto Manai, Kecamatan Tompobulu waktu itu. Dia ingin menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Kejadiannya Sabtu, 9 Mei 2020.

“Mereka wajibkan tiap orang yang lewat, masuk bilik disinfektan. Tapi kita kan sudah sampaikan kalau menurut WHO disinfektan itu untuk benda mati,” katanya, Senin, 11 Mei 2020.

Jika disemprotkan ke orang, lanjut Hatta, justru berbahaya untuk kesehatan. “Yah semprot pakai standar Covid-19 lah, pakai masker, dan ukur suhu tubuh,” imbuhnya.

Kemudian, kata dia, warga juga menutup jalan. Padahal, jalan tersebut merupakan akses ke empat desa.

“Saya suruh buka semua. Kalau cuma satu desa bolehlah. Tapi kalau ada desa lagi setelah itu? Kan tidak semua orang mau lewat situ, mau ke desanya itu, Tompobulu,” jelas Hatta.

Karenanya, ia mewajibkan tiap pemerintah setempat, jika ingin menutup jalan harus seizin bupati. “Tidak boleh lagi seenaknya menutup jalan. Itu menghambat ekonomi,” tegasnya. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts