Bawa Parang ke Polsek, Lima Warga Cenrana Diringkus

MAROS, MM – Lima warga tiba-tiba menyambangi Mapolsek Camba sekitar pukul 02.00 Wita, Rabu, 13 Mei 2020. Mereka menerobos masuk hingga ke bagian depan ruang tahanan.

Kelimanya, yakni AR (44), SP (23), AM (19), AN (27), dan FE (29). Awalnya, mereka curiga kalau pelaku pencurian yang telah ditangkap tak ditahan.

Read More

Sebelumnya, memang ada pelaku pencurian di salah satu toko di Kecamatan Cenrana. Makanya, kelima warga berdalih datang ke polsek untuk memastikan penahanannya.

Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong, menjelaskan, ada dua kelompok warga yang mendatangi polsek. Mereka yang datang pertama sudah diberi kesempatan untuk melihat pelaku.

“Mungkin yang pertama tidak menyampaikan ke teman-temannya bahwa pelaku betul-betul ada, yang kedua ini datang melakukan penganiayaan terhadap tahanan,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Maros, Kamis, 14 Mei 2020.

Kelima pelaku masuk ke polsek dalam keadaan mabuk. “Sudah bau minuman. Mungkin ballo atau semacamnya dengan membawa senjata tajam,” kata Muhammadong.

Adapun barang bukti yang diamankan, yakni senjata tajam berupa tiga bilah parang dan satu gunting. “Kemungkinan sudah direncanakan. Kalau sekadar untuk melihat kan tidak mungkin bawa seperti itu,” imbuhnya.

Motif mereka, lanjut Muhammadong, mau mengambil tahanan. Mereka memaksa polisi untuk mengeluarkan tahanan karena tidak percaya bawah aparat sudah melakukan penahanan.

“Sempat melakukan perlawanan. Sempat ada yang memukul anggota polisi. Tahanan ditarik di dalam sel, lalu dibenturkan kepalanya,” jelasnya.

Namun, Kapolsek Camba bersama anggotanya masih sigap menangani. Kelima pelaku penganiayaan pun diringkus di lokasi.

Kelima pelaku kini ditahan di Mapolres Maros. Mereka akan dijerat pasal 170 ayat 1 dan 2 subsider pasal 351 jo pasal 55 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts