Bukan Cuma Salat Id, Massiara pun Diatur

MAROS, MM – Imbauan soal kebijakan pelaksanaan salat Idulfirti 1441 Hijriah di Maros telah diedarkan, Rabu, 20 Mei 2020. Masyarakat diminta tetap melaksanakannya di rumah.

Ada dua poin dalam surat imbauan bersama yang ditandatangani Bupati, MUI, Kepala Kantor Kemenag, Dandim, dan Kapolres Maros itu. Berikut bunyinya:

Read More

Pertama, pelaksanaan salat Id dilakukan di rumah berjemaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.

Kedua, panduan salat Id tetap mengacu pada Fatwa MUI Nomor 28/2020 Tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kemenag Maros, Muhammad Tonang, menuturkan, bukan cuma pelaksanaan salat Id diimbau di rumah masing-masing bersama keluarga. Tradisi massiara (kunjungan ke sanak saudara) pun mesti dibatasi.

“Bukan cuma Idulfitri yang tetap di rumah, takbiran, open house, dan yang sering kita lakukan, ziarah tetap dibatasi,” ungkap Tonang yang ditemui di kantornya.

Pertimbangannya, jangan sampai ada keramaian saat merayakan hari Lebaran. “Kita tetap menjaga ada kumpul-kumpul di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan salat Id di masjid, ia menekankan protokol kesehatan pandemi Covid-19 tetap dijaga. Jaga jarak. Tempat cuci tangan dan sabun juga mesti disiapkan.

“Kita tidak bisa melarang. Kita cuma mengimbau masyarakat tetap di rumah. MUI dan Kemenag sudah mengeluarkan panduan salat di rumah,” kata Tonang. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts