Rapid Test di “Lelong”, Pagandeng Pilih Kabur

Petugas medis Puskesmas Turikale melakukan rapid test kepada salah satu pedagang di TPI Labuang, Sabtu, 30 Mei 2020. (Foto: MataMaros.com)

MAROS, MM – Rapid test digelar juga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang atau yang lebih dikenal dengan lelong, Sabtu, 30 Mei 2020. Sayangnya, sangat minim yang mengikutinya.

Dari 175 unit alat yang disediakan, hanya 54 orang yang menjalani rapid test. Padahal, pelaksanaannya sudah disosialisasikan beberapa hari sebelumnya.

Read More

Kepala UPTD TPI Labuang, Abdul Muis, mengatakan, bahkan pihaknya telah membagikan nomor antrean ke pedagang. Mereka juga sudah diajak secara langsung.

“Saya lihat ketakutan barangkali. Padahal kita sudah sosialisasikan,” kata Muis.

Selain itu, menurutnya, faktor waktu pelaksanaan yang mulur. Sedianya pukul 08.00 Wita, tetapi hampir pukul 09.00 Wita dimulai. “Sebagian sudah pulang,” imbuhnya.

Kepala Puskesmas Turikale, drg Jamilah, menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti rapid test sebanyak 54 orang. Selain pedagang, ada juga masyarakat sekitar.

“6 orang reaktif, 4 pedagang, 2 masyarakat sekitar,” sebutnya.

Sementara itu, Camat Turikale, Andi Zulkifli Riswan Akbar, juga mengatakan, para pedagang memang masih enggan mengikuti rapid test. Padahal, ini demi keamanan mereka sendiri untuk beraktivitas.

Karenanya, ia ingin merekomendasikan kalau pedagang yang beraktivitas mesti mengantongi semacam bukti. Paling tidak, rapid test yang menurutnya mulai diterapkan di berbagai daerah.

“Seperti kendaraan angkutan yang masuk tiap hari, mestinya ada semacam card yang betul-betul membuktikan itu sudah dijamin,” katanya. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts