Suhu Badan Tinggi, Pendaftar Sekolah Diminta Balik

Panitia PPDB SMPN 2 Maros mengarahkan salah seorang orang tua dan anaknya untuk mendaftar sekolah secara daring, Selasa, 2 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dibuka mulai hari ini, Selasa, 2 Juni hingga 20 Juni 2020. Sekolah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Seperti di SMPN 2 Maros, pantauan MataMaros.com, tiap orang yang datang diminta untuk mencuci tangan. Lalu mengecek suhu tubuh. Tak boleh lebih dari 37,5 derajat celsius.

Read More

Kemudian, mereka diminta untuk melewati disinfection chamber. Barulah orang tua dan calon peserta didik baru dipersilakan menuju loket informasi.

Kepala SMPN 2 Maros, Jabaruddin Pasuloi, menjelaskan, PPDB tahun ini digelar daring. Namun, orang tua dan anaknya tetap bisa datang ke sekolah untuk bertanya langsung.

“Kita ada help desk. Mungkin ada yang tidak punya akses internet atau tidak mampu menggunakan media digital, kita arahkan,” jelasnya.

Namun, protokol kesehatan Covid-19 tetap diberlakukan. Mulai dari jaga jarak, cuci tangan, hingga periksa suhu tubuh.

“Ada siswa tadi kita suruh balik dulu. Ada juga diistirahatkan selama 15 menit, setelah itu diperiksa, sudah bisa. Suhunya 36,4 derajat,” kata Jabar, sapaan karib Jabaruddin.

Adapun jumlah siswa yang akan diterima sebanyak 320 orang, terdiri atas 10 rombel. Mereka akan diterima melalui jalur zonasi, afirmasi, pindahan tugas orang tua, dan prestasi.

“Khusus prestasi, nanti dibuka kalau jalur zonasi, afirmasi, dan pindahan sudah terpenuhi. Kalau masih ada sisanya, batu kita buka,” katanya.

Salah orang tua siswa, Sudirman, mengaku datang ke sekolah untuk menanyakan langsung prosedur pendaftaran. Ia sempat kebingungan.

“Tetapi pas di sekolah, kita langsung diarahkan dengan protokol kesehatan yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, ada juga sekolah yang membuka jalur pendaftaran luring, seperti SMPN 18 Lau. Wakil Kepala Sekolah SMPN 18 Lau, Mursalim, mengatakan, justru pendaftar lebih banyak memilih luring.

“Yang mau kita terima 6 kelas. Satu kelas 32 siswa. Sejauh ini baru 60 yang mendaftar,” sebutnya. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts