12 Sekolah Jadi Percontohan Maros Cinta Baca

Kadisdik Maros, Takdir (kanan) mengunjungi sudut baca salah satu sekolah percontohan. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Macca (Bugis/Makassar) dalam bahasa Indonesia berarti cerdas. Kata itu juga yang dipilih Dinas Pendidikan Kabupaten Maros sebagai akronim dari program andalannya; Maros Cinta Baca.

Macca merupakan gerakan literasi yang dimulai dari sekolah. Mengedepankan inovasi baca dengan melahirkan sentuhan kreatif dan inovatif.

Read More

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Takdir menuturkan, program ini akan digencarkan pada semua sekolah. Namun untuk tahap awal, dibuat percontohan. Dua belas sekolah dipilih.

Sekolah-sekolah percontohan Macca adalah SMP 22 Bantimurung, SMP Angkasa, dan SMP 6 Moncongloe untuk tingkat sekolah menengah pertama. Kemudian ada SDN 39 Kassi, SDN 145 Pampangan, SDN 35 Paopao, SDN 173 Manngai, SDN 63 Sambueja, SD 21 Sanggalea, SD 96 Carangki, SD 56 Pattontongang, dan SD 121 Kakabbirang di tingkat sekolah dasar.

“Sekolah yang kami pilih adalah yang menjadikan budaya baca sebagai hasil inovasi sekolahnya. Saat ini kami mewajibkan semua sekolah memiliki ciri inovasi yang lahir dari ide sekolah masing masing-masing,” ujar Takdir, Sabtu, 6 Juni 2020.

Gerakan Maros Cinta Baca ini berbentuk pembangunan perpustakaan sekolah, sudut baca, taman baca, gazebo baca, gerobak baca, kafe baca, dan inovasi pemanfaatan teknologi untuk mendukung budaya baca.

Juga ada kelas inovasi yang menghadirkan alumni masing-masing sekolah serta tokoh yang akan berbagi motivasi hidup.

Nantinya bakal dilaksanakan pula lomba bercerita antarsiswa. Membawakan cerita rakyat daerah Maros dalam bentuk dongeng.

“Harusnya rangkaian kegiatan ini sudah berjalan sedari bulan Maret. Tetapi karena adanya pandemi, baru akan massif dilaksanakan saat sekolah diaktifkan kembali,” imbuh Takdir.

Kegiatan yang berjalan terus adalah pembenahan di sekolah untuk penataan taman baca atau sarana yang akan memicu minat baca anak. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts