Infak di Masjid Al Markaz Anjlok, Gaji Cleaning Service hingga Muazin Dicicil

Pengurus Masjid Al Markaz Al Islami Maros menghitung infak celengan masjid usai salat Jumat, 5 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Pemasukan Masjid Al Markaz Al Islami Maros dari infak jemaah betul-betul anjlok selama pandemi. Saat Ramadan saja hanya Rp10 juta.

Ketua Pengurus Masjid Al Markaz, M Thamrin Ramli, membeberkan, pemasukan yang biasanya didapatkan Ramadan paling tidak di kisaran Rp250 juta.

Read More

“Pemasukan anjlok sekali. Drop sekali,” ungkap Thamrin yang ditemui Jumat, 5 Juni 2020.

Ia juga menyebutkan, infak bakda salat rawatib saja yang tiap pekan rata-rata Rp7 juta saat wabah ini sisa Rp1 juta-an. “Mana tidak ada salat Jumat. Kemudian aula ditutup, tak ada pemasukan,” imbuh mantan pejabat di Pemkab Maros ini.

Penurunan pemasukan pun berdampak pada honor pekerja. Mereka hanya menerima separuh dari penghasilan untuk sementara waktu.

“Kita cicil, cicil, sampai sekarang gaji cleaning service dan keamanan. Termasuk muazin dan yang kerja di pekarangan,” kata Thamrin.

Ia menyebutkan, jumlah pekerja di masjid sekitar 40. Total anggaran yang harus dikeluarkan tiap bulan Rp41,5 juta, khusus untuk gaji.

“Lain untuk acara-acara seperti pengajian. Sekitar Rp60 juta lebihlah yang harus kita siapkan setiap bulan,” sebutnya.

Namun, menurut Thamrin, berbagai kekurangan tersebut sudah hampir teratasi sekarang. “Alhamdulillah ada juga dari jemaah yang memberikan bantuan sukarela. Apalagi dengan dikembalikannya salat Jumat ini,” ujarnya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts