Berubah Lagi, Pemkab Sebut Anggaran Covid-19 di Maros Rp20 Miliar

Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Maros, Samsophyan di ruang kerjanya. (FOTO: DOK/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Berapa sebenarnya anggaran Covid-19 di Kabupaten Maros? Jumlahnya kembali “berubah”. Sabtu, 13 Juni, Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Maros, Sam Sophian, menyebut angka Rp20 miliar.

Ini memang nominal baru lagi. Sebelumnya ada data Rp6 miliar, Rp14 miliar, Rp25 miliar, Rp23 miliar.

Read More

Sam mengakui adanya perubahan data. Alasannya, itu masih sebatas perencanaan.
Apalagi, kata dia, ada banyak aturan yang diturunkan dari pusat bulan ini. Pemerintah daerah pun harus menyesuaikan.

“Jangan sampai kita melakukan kegiatan tak sesuai aturan . Jadi perlu memang hati-hati,” imbuh eks Kadis Perikanan Maros ini.

Ia mengofirmasi bahwa angka Rp20 miliar tersebut sudah tetap. “Insyaallah,” ucapnya.

Dari total anggaran Rp20 miliar, pos anggaran tersebut terbesar berada di Dinas Kesehatan. Besarannya sekitar Rp9,8 miliar. Terdiri atas belanja barang jasa Rp6.701.552.181 dan belanja modal Rp1.151.940.000. Kemudian, belanja insentif tenaga kesehatan Rp2.024.000.700

“Kalau untuk rumah sakit umum hanya satu saya lihat, belanja modal Rp621.000.000,” sebut Sam yang temui di ruang kerjanya.

Sedangkan, untuk bantuan sosial penanganan Covid-19 berkisar Rp5 miliar. Begitu pun untuk belanja tidak terduga Rp5 miliar. “Jadi, totalnyaRp20.499.192.181,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, penggunaan anggaran ini masih berjalan. Karenanya, sudah ada realisasi di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengguna anggaran.

“Di Dinas Kesehatan sudah ada, rumah sakit juga, belanja tak terduga sudah ada Rp1 miliar. Bansos juga sudah ada. Cuma pastinya saya belum tahu. Kisaran realisasinya kira-kira 30-40 persen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir meminta Pemkab Maros segera melaporkan penggunaan dana Covid-19. Termasuk rincian-rinciannya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts