DAK Dipotong, Disdukcapil Maros Rumahkan 61 Pegawai Honorer

Suasana pelayanan di Kantor Disdukcapil Maros, Rabu, 17 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Maros merumahkan 61 pegawai honornya per Juni 2020. Keputusan ini diambil lantaran terbatasnya anggaran.

Kepala Disdukcapil Maros, Eldrin Saleh, menjelaskan, pihaknya telah membahas perubahan anggaran. Memang tak ada lagi ruang untuk membayar upah pegawai honor.

Read More

Tahun lalu, kata dia, masih ada Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari pusat. Anggarannya dialokasikan untuk sosialisasi ke lapangan.

“Masih bisa disisihkan untuk adik-adik honorer. Namun, dengan adanya Covid-19, anggaran itu dipotong pusat. Tidak ada lagi ruang untuk menyisihkan,” ungkap Eldrin di ruang kerjanya, Rabu, 17 Juni 2020.

Karenanya, Disdukcapil terpaksa memberhentikan sementara pegawai honornya. “Kita coba untuk merumahkan dengan pertimbangan tidak ada lagi harapan untuk memberikan sedikit pun upah,” katanya.

Eldrin menambahkan, jika nantinya ada pendataan pegawai honor, mereka akan dipanggil kembali. “Kita akan undang lagi. Tidak ada hal lain didalamnya,” imbuhnya.

Keputusan ini, lanjutnya, juga sudah dilaporkan ke bupati. “Sebelum kami membuat surat (merumahkan), saya menyampaikan ke Pak Bupati secara lisan,” kata Eldrin.

Sebelumnya, puluhan pegawai honor Disdukcapil yang dirumahkan mengadu ke DPRD. Rapat Dengar Pendapat (RDP) pun telah digelar Senin, 15 Juni 2020.

Ketua Komisi I DPRD Maros, Abidin Said, mengatakan, pihaknya menanyakan apakah kebijakan itu sudah dilaporkan ke bupati atau belum. “Katanya sudah (dilaporkan),” ujarnya.

Ia pun menerima laporan jika pegawai honor dirumahkan lantaran upahnya tak bisa dibayar lagi. Anggaran Disdukcapil dipotong karena pandemi Covid-19.

“Pada saat anggaran normal, sudah memungkinkan dipanggil kembali,” katanya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts