Aduan Bimtek Kades Terus Berproses di Kejari Maros 

Kantor Kejaksaan Negeri Maros yang berlokasi di Jl DR Ratulangi, Kecamatan Turikale. (FOTO: INT)

MAROS, MM – Aduan terkait bayaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Khusus Percepatan Penataan Kewenangan Desa masih berproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros. Data-data terus dikumpulkan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Maros, Dhevid Setiawan, mengungkapkan, pihaknya telah menelaah aduan tersebut. Namun, pemeriksaan laporan pertanggungjawabannya masih butuh waktu.

Read More

“Masih pengumpulan data dan bahan keterangan,” ungkap Dhevid kepada wartawan di Maros, Jumat, 19 Juni 2020.

Untuk proses selanjutnya, ia mengaku bakal memberi konfirmasi kembali. “Nanti kita lihat dulu hasilnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, aduan pelatihan peningkatan kapasitas perangkat desa itu diterima Kejari Maros, Maret lalu. Ada keluhan tingginya biaya yang dikenakan.

Bimtek itu digelar di Hotel Horison Ultima, Makassar, 5-7 Desember 2019. Informasi yang dihimpun, bimtek tersebut menghadirkan para kades sebagai peserta. Serta aparatur desa masing-masing.

Saat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Maros, Husair Tompo dikonfirmasi, ia mengaku tak tahu menahu. Sebab, saat bimtek itu dilaksanakan, dirinya mengambil cuti.

Husair pun mengarahkan persoalan ini ke kepala bidangnya, Syamsul. Namun, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Itu juga mengaku bukan penyelenggara.

Namun, saat dikonfirmasi, Syamsul bisa detail menjelaskan soal pembayaran. Nominal yang mesti dibayar setiap peserta, kata dia, sebesar Rp3,5 juta. Itu untuk biaya makan dan penginapan selama tiga hari. Selain itu, ada pula untuk honor narasumber, tas, id card, dan flash disk. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts