Kejari Maros Terima Laporan Dugaan Mark Up Dana Desa Benteng Gajah

Kantor Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros menerima aduan dugaan mark up empat proyek di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu. Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa juga dilaporkan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Maros, Dhevid Setiawan, mengaku sudah menerima laporan terkait itu. “Sementara kita telaah dan klarifikasi,” katanya, kemarin.

Read More

Laporan dimasukkan LSM Pelopor Gerakan Pembaharuan (Pekan-21) awal Juni 2020. Sekjen LSM Pekan 21, Amir Kadir, merincikan, ada empat proyek yang dilaporkan. Pengadaannya bersumber dari dana desa tahun anggaran 2016, 2017, dan 2019.

Pertama, kegiatan pekerjaan rabat beton di Dusun Harapan bervolume 224,73 meter persegi. Anggarannya berkisar Rp200 juta yang bersumber dari dana desa 2019.

“Pengerjaan yang tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya) sehingga saat ini sudah rusak parah,” ungkap Amir.

Begitu pun pembangunan rabat beton di Dusun Balocci berukuran 600 meter x 4 meter. Anggarannya Rp431,5 juta dari dan desa 2019. “Kondisinya juga sudah rusak parah,” jelasnya.

Ia juga melaporkan proyek lapangan sepak bola yang dibangun 2017. Anggarannya Rp146,9 juta. “Sudah tidak layak pakai, bahkan pembuatan talut tidak diplester sebagaimana RAB,” ungkapnya.

Kemudian, pengerjaaan betonisasi di Dusun Polewali 2016 yang anggarannya Rp107,6 juta. Kondisi jalan juga diklaim rusak lantaran tak sesuai RAB.

Selain empat proyek itu, Amir juga melaporkan adanya dugaan pemalsuan data BLT Dana Desa. Menurutnya, penyalurannya salah sasaran.

“Ada satu KK, tetapi di dalamnya yang dapat tiga orang. Termasuk staf desa dan anak-anaknya juga dapat,” bebernya.

Sayangnya, Kepala Desa Benteng Gajah, Ambo Asse, yang berupaya dikonfirmasi lewat telepon seluler tak pernah merespons. Pesan WhatsApp pun hanya dibaca. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts