Iming-iming Cepat Berangkat Haji, 7 Warga Maros Tertipu Rp1 Miliar

Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong (tengah) bersama Kasubbag Humas, Kompol Ribi dan Kasat Reskrim, Iptu Rusli merilis kasus ketiga terkait penipuan pemberangkatan haji, Rabu, 24 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Kasus penipuan pemberangkatan haji dialami tujuh warga Maros. Mereka diiming-imingi berangkat cepat atau ONH plus.

Namun, selama empat tahun menanti, tak kunjung berangkat. Padahal, Rp1 miliar sudah disetor. Mereka pun melaporkan kasus ini ke Polres Maros.

Read More

Pelaku penipuan ialah Wahyudin (48). Lelaki paruh baya ini mulai menerima setoran pada September 2015.

Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong, menyebutkan, masing-masing jemaah dimintai biaya Rp150 juta. Mereka dijanji berangkat 2016.

“Yang bersangkutan menjanjikan mempercepat berangkat haji. Korbannya ada 7 orang yang melapor. Warga Maros,” ungkapnya saat konferensi pers, Rabu, 27 Juni 2020.

Di antara korban, sudah ada yang meninggal dunia satu orang. Kata dia, kasus ini memang sudah lama. Namun, baru dilapor 30 Januari 2020.

“Ternyata dari tahun ke tahun tidak berangkat. Mungkin dijanji, diiminta kembalikan uang, tidak bisa. Makanya baru melapor,” kata Muhammadong.

Ia juga mengungkapkan, pelaku tak memiliki usaha travel. Namun, pelaku memilki seorang perantara yang menghubungkannya ke jemaah.

“Uangnya tidak tahu disetor ke mana. Untuk memperkaya diri sendiri,” ujar Muhammadong.

Pelaku kini disangkakan pasal 378 subsider pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancamannya empat tahun penjara. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts