Kisah 9 Warga Maros Sembuh dari Covid-19 setelah Isolasi di Hotel

Ilustrasi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. (FOTO:INT)

MAROS, MM – Kabar baik di tengah melonjaknya jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Maros. Tercatat sepuluh orang sembuh dalam sehari.

Sembilan orang di antaranya merupakan pasien asal Kecamatan Mandai dan semuanya jalani isolasi di hotel. Rinciannya; empat warga Kelurahan Bontoa, empat warga Kelurahan Bontoa, dan satu warga Desa Patontongan.

Read More

“Semuanya memang isolasi di hotel,” kata dr Irnayanti, Kepala Puskesmas Mandai, Rabu, 24 Juni 2020.

Ia mengungkapkan, hampir semua pasien asal Mandai diarahkan untuk mengikuti program Duta Covid-19 di hotel.

Irnayanti menyebut warga yang terinfeksi virus itu tetap bersemangat. Karena itu, pihak puskesmas sisa menelepon untuk mengecek kondisi mereka, khususnya ketika ingin mengikuti swab test lagi.

“Kita minta istirahat, jangan bedagang, dan minum suplemennya,” kata dr Irna, sapaan karib Irnayanti.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin, menjelaskan, pasien yang isolasi bersama di hotel dipantau pendamping. Makanan dijamin tiga kali sehari.

Pakaian di-laundry tiap hari dengan jumlah dua lembar per orang. Masker juga dibagikan tiap hari.

“Kamar pun dibersihkan setiap tiga hari,” ungkapnya.

Selain itu, pasien diberi vitamin. Tiap pagi mereka diarahkan mengikuti senam dan berjemur. Kegiatan lainnya ada kelas edukasi.

“Khusus untuk warga Maros, bupati kirimkan soft drink, jus jambu, dan makanan tambahan sesuai request peserta, seperti buah, susu, juga makanan camilan,” ungkapnya.

Selain sembilan orang itu, ada satu warga Dusun Ka’bung, Desa Kurusumange, Kecamatan Tanralili yang juga dinyatakan sembuh.

Kini, total pasien yang sembuh di Maros berjumlah 78 orang dari 153 kasus positif Covid-91.

Sementara itu, penambahan pasien positif, Selasa, 23 Juni 2020, berasal dari Turikale. Mereka merupakan seorang perempuan (31) asal Lingkungan Bontopuasa, Kelurahan Adatongeng dan BTN Wesabbe II Kelurahan Taroada.

PDP tetap 60 kasus; 47 sembuh, 4 dirawat, 4 isolasi mandiri, dan 5 meninggal. Sedangkan ODP ada penambahan 2 orang. Totalnya kini 255 kasus; 8 orang masih dalam proses pemantauan. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts