Pengakuan Ponakan Tikam Tante di Desa Baruga; Dibilangi Kalau Miskin Mati Saja!

Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong (tengah) bersama Kasubbag Humas, Kompol Ribi dan Kasat Reskrim, Iptu RusliĀ memperlihatkan barang bukti kasus penikaman, Rabu, 24 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Penyebab Jumaing (38) tega menghabisi nyawa tantenya sendiri, Naharia (53) terungkap. Tak sekadar tidak diberi pinjaman. Ia juga mengaku mendapat makian.

Jumat lalu, 19 Juni 2020, Jumaing dua kali datang ke rumah Naharia. Awalnya, pelaku memang berniat meminta pinjaman uang.

Read More

Namun, korban menolak. Lalu sempat melontarkan kata-kata yang tak elok.

“Naharia sampaikan, ‘kalau kamu miskin, mati saja’,” ujar Kompol Muhammadong, Wakapolres Maros saat menggelar konferensi pers, Rabu, 24 Juni 2020.

Jumaing pulang. Kemudian malam harinya, sekitar pukul 23.00 Wita, ia kembali ke rumah korban yang berlokasi di Dusun Camba Jawa, Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung.

“Sebelum naik di rumah, ia (Jumaing) sempat cuci kaki. Ditegur sama Naharia, ‘siapa itu? Kamu ini mau mencuri? Kenapa datang malam-malam?’,” kata Muhammadong, kembali menirukan perkataan korban, versi pelaku.

Tersinggung dibilangi pencuri, Jumaing pun melakukan penganiayaan. Kayu dan pisau sudah dibawa dari rumah pelaku.

“Akhirnya korban dipukul pakai kayu. Setelah dipukul, ditikam enam kali. Terakhir dipegang kepalanya, lalu digorok,” jelas Muhammadong.

Jumaing yang sempat diwawancarai menyebutkan, nominal uang yang ingin dia pinjam Rp1 juta. Kata dia, untuk membayar utang beras 100 kilogram.

“Baru kali ini mau pinjam,” klaim lelaki yang sehari-hari menjual sayur ini.

Setelah melakukan perbuatannya, Jumaing memilih menyerahkan diri ke Polsek Bantimurung. Kini mendekam di tahanan Mapolres Maros. Ia disangkakan pasal 338 subsider 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts