Maros Kekurangan Kendaraan Pengangkut Sampah

Salah satu truk yang mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bonto Ramba. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Kendaraan pengangkut sampah di Kabupaten Maros masih minim. Harus ada penambahan lagi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros, Frans Johan, menyebutkan, jumlah truk yang ada saat ini 17 unit. Sementara, motor tiga roda sekitar 25 unit.

Read More

“Saya pikir dengan volume sampah yang diangkut setiap hari, perlu ada penambahan,” ungkapnya, Sabtu, 27 Juni 2020.

Bahkan, kata dia, truk sudah ada yang dalam kondisi tua dan mudah rusak. Namun, tetap dimanfaatkan demi memaksimalkan pelayanan.

Menurut Frans, salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk sementara, yakni mengambil alih motor pengangkut sampah di kelurahan. Pemanfaatannya dinilai tak maksimal.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Sekda. Kami yang mengoperasionalkan. Seluruh biaya operasional dan upah operator, kami sediakan,” katanya.

Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan DLH Maros, Muhammad Yusri, juga mengakui kendaraan pengangkut sampah masih minim. Sedangkan permintaan pelayanan makin banyak.

“Tidak semua bisa kita ter-cover karena terbatasnya kendaraan. Kalau Turikale sudah 99 persen kita layani. Cuma kan daerah penyangganya butuh juga pengangkutan,” katanya.

Ia juga berharap, kendaraan pengangkut sampah di kelurahan bisa diserahkan ke DLH. “Seperti di Turikale, itu ada tujuh kelurahan. Ada semua motor sampahnya,” sebut Yusri.

Adapun jumlah sampah yang diangkut tiap harinya rata-rata 40-45 ton. Selain tambahan kendaraan pengangkut, DLH juga telah mengusulkan perluasan areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bonto Ramba untuk memaksimalkan pelayanan sampah di Maros. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts