RUU Cipta Kerja Bisa Selamatkan Korban PHK

Dr Rosnaini Daga. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Pandemi Covid-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Dunia usaha memasuki fase sulit dan salah satu langkah yang jamak ditempuh adalah mengurangi karyawan.

Makanya, pengamat ekonomi Institut Bisnis dan Ekonomi Nitro Makassar, Dr Rosnaini Daga menilai RUU Cipta Kerja mendesak untuk segera disahkan. Diyakini bisa menyelamatkan pengangguran dan korban PHK.

Read More

“RUU Cipta Kerja untuk kondisi hari ini mendesak untuk disahkan. Kenapa? Supaya bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat atau bagi orang-orang yang sudah di-PHK,” kata Rosnaini dalam diskusi virtual bertema Urgensi Penciptaan Lapangan Kerja Pasca Pandemi, Jumat, 26 Juni 2020.

Rosnaini menjelaskan, pada masa pandemi terjadi peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan yang signifikan. Wabah ini juga mengirim perekonomian Indonesia ke dalam kondisi yang dia sebut sangat tidak stabil.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) diperkirakan sebesar 7,33 persen dan kemiskinan 9,88 persen. Bahkan terburuknya pada perhitungan sangat berat, TPT bisa mencapai 9,02 persen dan kemiskinan bisa tembus dua digit menjadi 10,98 persen,” ucap Direktur Pasca Sarjana Institut Bisnis & Keuangan Nitro Makassar itu.

Penciptaan lapangan kerja baru di Sulawesi Selatan menurut dia sangat penting. “Saat PSBB, banyak warga tidak mau tinggal di rumah. Bahkan ada masyarakat yang mengatakan lebih baik mati karena corona daripada mati kelaparan di rumah. Karena kondisinya seperti itu. Karena memang penciptaan lapangan kerja itu sangat penting,” tambah Rosnaini.

Terkait adanya polemik soal RUU Cipta Kerja, Rosnaini berpendapat bahwa hal tersebut sangatlah wajar. Menurutnya, setiap produk Undang-Undang yang dikeluarkan tidak bisa menyenangkan semua pihak dan tidak semua pihak mau terima. Namun bisa dicari titik tengahnya.

Pada forum yang lain, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Shinta Widjaja Kamdani menilai pembahasan RUU Cipta Kerja antara DPR dan pemerintah dapat menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di tengah tekanan krisis.

Dia mengistilahkannya sebagai obat kuat bagi UMKM. Sebab bakal ada kemudahan regulasi, sertifikasi, dan termasuk stimulus keuangan. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts