Insentif Dokter dan Perawat Covid-19 di Maros Sudah Siap, Ini Jadwal Pencairannya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros, dr Sitti Maryam Haba. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Anggaran insentif tenaga kesehatan (nakes) sudah siap. Hanya saja, masih terkendala mekanisme penyaluran.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros, dr Sitti Maryam Haba, mengatakan, pihaknya masih menunggu prosedur penyaluran. Anggarannya sudah disiapkan Rp1,3 miliar dari pusat.

Read More

“Penyalurannya kan ada mekanisme. Ada proses. Tidak segampang itu kita menyalurkan anggaran sebegitu,” katanya, Jumat, 3 Juli.

Hingga kini, ia mengaku masih menunggu alur pencairan insentif dari pusat. “Mungkin akhir Juli kita bisa bayarkan,” sebutnya.

Ia menjelaskan, anggaran Rp1,3 miliar tersebut diusulkan untuk dua bulan, Maret-April. “Mei baru kita vertifikasi,” imbuhnya.

Namun, Maryam tak bisa merinci jumlah nakes yang mendapat insentif. “Yang jelasnya ini untuk nakes di dua rumah sakit, RSUD Salewangang dan RSAU dr Dody Sardjoto, serta 14 puskesmas,” kata dia.

Ia pun mersepons terkait penugasan dr Sugih Wibowo di Hotel Harper yang diberitakan sebelumnya. Kata dia, awalnya Dinkes hanya meminta secara sukarela. Pengiriman dokter dibutuhkan lantaran pasien asal Maros yang isolasi bersama di sana lumayan banyak.

“Awalnya ada dokter pengganti. Tetapi yang bersangkutan diterima di Jakarta,” ujar Maryam.

Selanjutnya, tak ada lagi dokter relawan yang mendaftar. Berbeda dengan perawat. Sudah ada 9 orang yang sudah menjadi relawan.

“Kalau perawat, kita bisa tugaskan secara bergantian karena sudah ada tiga tim,” kata Maryam.

Namun, lanjut dia, sekarang sudah ada dokter pengganti yang disiapkan. “Dia (dr Sugih) akan ditarik,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, menjelaskan, pos anggaran untuk membiayai insentif nakes memang terbagi dua. Khusus, nakes yang bertugas di Hotel Harper diambil dari Bantuan Tak Terduga (BTT).

“Cuma kan mekanisme pembayarannya juga harus mengikuti pusat. Dananya sudah siap. Dalam waktu dekat, kita cairkan,” ungkapnya.

Anggaran yang disiapkan Rp59 juta. Itu untuk membiayai insentif 1 orang dokter, 9 orang perawat, dan 2 sopir yang bertugas di Hotel Harper.

Sementara, insentif nakes lainnya akan dibiayai pusat. “Kita sementara tunggu mekanisme penyalurannya,” kata Davied. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts