Mendagri Sarankan Bupati Tampung Ballo Sitaan Polisi

Mendagri Tito Karnavian (kiri) bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Makassar. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Karena hand sanitizer atau cairan pencuci tangan mesti mengandung alkohol, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian punya ide khusus di Sulsel. Ballo, minuman keras tradisional di daerah ini saja yang diolah.

Tito mengaku sudah membicarakannya dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Mantan Kapolri itu menyebut banyak ballo di daerah yang disita polisi. Sebaiknya dimanfaatkan untuk hand sanitizer.

Read More

“Ditampung saja oleh kepala daerah (bupati/wali kota), seperti arak Bali itu ditampung. Mereka kerja sama dengan universitas, Balai POM, kemudian diubah menjadi hand sanitizer,” kata Tito saat Rakor Pilkada Serentak Sulsel 2020 di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu, 8 Juli 2020.

Tito bahkan mengklaim sudah tahu kandungan alkohol pada ballo. Kadarnya antara 30-40 persen. Nah, yang bisa membunuh virus itu harus alkohol 70 persen. Setelah jadi hand sanitizer, usulnya, dikemas baik-baik dan diberi label.

Pria yang sempat viral dengan video makan sayur daun kelor itu juga meminta supaya kontestasi Pilkada Serentak 2020 di 12 kabupaten/kota di Sulsel menjadi kontestasi penanganan pandemi Covid-19. Khususnya bagi kepala daerah petahana yang akan maju kembali.

Gubernur, imbuhnya, dapat memanfaatkan momentum pilkada di tengah wabah corona untuk memacu kepala daerah petahana membuat terobosan penanganan.

“Omongan Pak Gub, ‘ini daerah ini bupatinya nggak beres cara kerjanya (menangani Corona) sehingga jadi merah, bla, bla,’ itu langsung jadi amunisi bagi lawan politiknya sehingga dia bekerja,” tuturnya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts