Kisah Penantian 1.039 Hari Pengurus KNPI Maros dan Tantangan Mengelola Perbedaan di Pilkada

Ketua DPD I KNPI Sulsel, Muh Arham Basmin disambut tradisi angngaru begitu tiba di ruangan pelantikan. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Bukan penantian yang singkat untuk tiba di hari pelantikan, Kamis, 20 Agustus 2020. Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maros mesti menunggu nyaris tiga tahun untuk mengucap sumpah.

Musyawarah daerah (musda) DPD II KNPI Maros dihelat 15 Oktober 2017. Artinya, jarak antara terpilihnya pengurus baru dengan pelantikannya adalah 1.039 hari! Sejarah baru per-KNPI-an di Butta Salewangang.

Read More

Berbagai problem memang mengadang kepengurusan di bawah komando Asri Said ini. Termasuk dualisme KNPI di pusat yang menjalar hingga kabupaten.

Tetapi akhirnya 159 pengurus bisa melafalkan sumpahnya pagi menjelang siang kemarin. Di aula Masjid Almarkaz Al Islami, Maros, Asri dan jajarannya mengulang kata-kata yang diucap Ketua DPD I KNPI Sulsel, Muh Arham Basmin.

Lega. Apalagi periode kepengurusan tetap berlaku tiga tahun. Terhitung 2019 hingga 2022. Cukup waktu bagi pemuda-pemuda dari berbagai OKP, profesi, hingga pandangan politik ini untuk berkarya. Asri sudah memulai dengan pekikan takbir saat mengibarkan pataka KNPI.

KNPI Maros diperkuat 159 pengurus. (FOTO: IST)

Kepada MataMaros.com, Asri mengungkapkan perasaannya setelah menanti dan berjuang selama hampir tiga kali pergantian kalender.

“Justru menjadi lebih spesial. Meraih sesuatu setelah proses panjang perjuangan tentu luar biasa rasanya,” ujar mantan ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Maros itu, Jumat, 21 Agustus 2020.

Wisata ke Rammang-rammang. (FOTO: IST)

Asri juga yakin perjuangan yang dramatis itu memantik semangat para pengurus untuk membuktikan kinerja. Meski dia pun sadar, ragam warna di KNPI bakal menjadi tantangan tersendiri.

“Makanya agenda krusial kami bukan untuk memaksakan menyatukan yang berbeda. Tetapi lebih pada mengolah dan mengelola potensi pengurus dalam mewujudkan program prioritas,” imbuhnya.

“Prinsip kurangi bicara perbanyak bekerja akan menjadi ruh kepengurusan ini,” tambah pria yang juga seorang aparatur sipil negara (ASN) itu.

Momentum pilkada juga masuk perhatian KNPI Maros. Tetapi bukan untuk berada di satu kubu, melainkan menjadi corong untuk memutus budaya negatif yang mulai terbangun di beberapa kontestasi, yakni politik uang.

Soal personal pengurus yang tersebar di semua kandidat, Asri menyebut itu peluang untuk memberi teladan. Bahwa betapa perbedaan dan persaingan tak mesti membuat terpecah.

Pelantikan dihadiri tokoh-tokoh politik. (FOTO: IST)

“Mereka justru jadi garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi di Butta Salewangang. Merawat perbedaan dengan elegan,” ucap Asri.

Pelantikan kemarin dirangkaikan dengan orientasi pengurus. Tiga senior KNPI; A Fachry Makkasau, Andi Surahman Batara, dan Andi Muhammad Irfan AB menjadi narasumber.

Orientasi pengurus. (FOTO: IST)

Sebelumnya, Arham Basmin menitip pesan. Agar KNPI Maros tetap menjadi mitra kristis dan konstruktif untuk pemerintah. “Maksudnya, ketika kita mengkritik pemerintah tentu harus dibarengi solusi yang cerdas,” ucap putra Basmin Mattayang, bupati Luwu itu.

Soal pilkada yang sudah di depan mata, Arham mengingatkan bahwa KNPI mesti menjadi pionir untuk menciptakan pesta demokrasi yang damai.

Asri dan 158 orang jajarannya mengaku siap. Masyarakat Maros yang menantikan dan waktu jua yang akan membuktikan. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts