AGH Sanusi Baco Hadiahi Tajerimin Buku Kisah Perjalanan Hidup

AGH Sanusi Baco menyerahkan buku dan cenderamata kepada Andi Tajerimin dan Andi Patarai Amir, Jumat, 25 September 2020. (FOTO: IST)

MAROS – Andi Tajerimin mendapat hadiah spesial saat memenuhi undangan AGH Sanusi Baco ke Ponpes Nadhlatul Ulum, Soreang, Maros, Jumat, 25 September 2020. Yakni sebuah buku yang mengisahkan perjalanan hidup sang Anregurutta.

Buku itu memuat kiprah Anregurutta sebelum jadi kyai kharismatik. Termasuk kisah masa kecil dan mudanya yang dilewati di Barandasi hingga ke Kairo.

Read More

“Terima kasih, Gurutta. Mohon doa ta,” ucap Tajerimin.

Ini kali kedua Tajerimin bertemu AGH Sanusi Baco. Pekan lalu di di kediaman pribadi sang Anregurutta di Makassar.

Pertemuan diawali dengan salat Asar berjemaah di Masjid Rabiatul Adawiyah, di dalam kompleks pesantren. Setelah itu acara silaturahmi dengan santri, disusul bincang santai di ruang kerja Anregurutta.

Tajerimin mengaku bahagia mengucapkan terima kasih karena telah diajak bersilaturahmi dengan para santri.

“Tadi waktu masuk, saya langsung teringat ketika menginisiasi pesantren pertama di Timika. Pesantren yang kami beri nama DDI setelah meminta izin pada pimpinan pusat DDI Mangkoso,” ujarnya di hadapan pendiri dan pimpinan pesantren AGH Sanusi Baco.

Tajerimin mengisahkan, pesantren itu awalnya hanya tujuh santri. Sepuluh tahun berlalu, kini sudah 800-an santri.

Tajerimin sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) juga menegaskan akan selalu bersama-sama dengan ulama. Seorang ustaz di pesantren tersebut pun menyahut bahwa memang sudah saatnya ada kader NU yang menjadi bupati di Maros, agar pembinaan lembaga pendidikan Islam mendapat perhatian lebih.

Tajerimin yang berpasangan Havid S Fasha di Pilkada Maros itu menyebut bahwa pesantren sangat penting sebagai instrumen pendidikan. “Makanya kami akan memberi perhatian khusus kepada pondok pesantren dan pondok tahfiz di Maros nantinya,” imbuh kandidat dengan nomor urut 1 itu.

Mendengar Anregurutta membeberkan bahwa ada banyak santri Nahdlatul Ulum yang lanjut ke Kairo, Mesir dan beberapa di antaranya sudah S2, Tajerimin langsung memaparkan program unggulannya. Yakni mengalokasikan beasiswa untuk warga Maros yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Bahkan hingga tingkat doktoral.

Tajerimin sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) juga menegaskan akan selalu bersama-sama dengan ulama.

Anregurutta yang memberi sambutan mengatakan bahwa kebahagiaan tersendiri dikunjungi Tajerimin, bersama rombongan, termasuk Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, Ketua Tim Pemenangan Keluarga Tahfidz, Nurhasan, petinggi Partai Golkar, PKB, dan lainnya.

“Pesantren ini kami dirikan tahun 2002 lalu,” sebutnya.

Anregurutta memaparkan bahwa Nahladul Ulum berarti kebangkitan ilmu pengetahuan. Dengan harapan bisa menjadi penopang Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan ulama.

“Kalau ilmu pengetahuan bangkit, ulama-ulama akan lahir,” ucap Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel itu. (*/)

Penulis : | Editor :

Related posts