Haji Malik Kuala Mas Bersiap Resmikan Dua SPBU di Pangkep

Haji Malik banyak berkiprah di luar Maros. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Nama Haji Malik begitu mendengung di Maros saat Pemilu Legislatif 2019 lalu. Dua anak sang pengusaha, Nurwahyuni Malik dan Taufik Malik (keduanya mengendarai Partai Golkar) jadi caleg kabupaten dan menang dengan perolehan suara tertinggi di dapil masing-masing.

Menjelang Pilkada Maros 2020, giliran menantunya, Sahiruddin yang berniat maju. Sayang terkendala partai politik pengusung.

Read More

Lalu, seperti apa kiprah terbaru pengusaha minyak asal Maros itu?

Ternyata, Malik sedang bersiap meresmikan dua SPBU miliknya di Kabupaten Pangkep. Satu di Pulau Kapoposang, satu di Kalmas.

“Tinggal menunggu waktu Pak Bupati untuk meresmikan,” ujarnya, kemarin.

Keseluruhan sudah ada tiga SPBU milik Malik di Pangkep. Satu lagi ada di Liukang Tangaya. Semuanya di wilayah kepulauan.

SPBU Haji Malik di Pulau Kapoposang, Pangkep. (FOTO: IST)

Malik menceritakan, dia terinspirasi membuat SPBU di Pangkep setelah menonton acara televisi beberapa tahun lalu. Ada nelayan asal Pangkep ditangkap karena kedapatan membeli bahan bakar di wilayah Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur.

“Dan memang itu melanggar karena masing-masing wilayah sudah ada kuota dari pemerintah. KTP Pangkep ya beli bahan bakar di Pangkep juga,” ucapnya.

Malik pun mulai menjajaki kemungkinan membuat SPBU di beberapa pulau di Pangkep. Mengagumkan, kata dia, segala urusan perizinan begitu mudah.

“Pak Bupatinya sangat terbuka,” nilainya.

Hari ini pun dia sudah memiliki tiga SPBU di kabupaten tetangga. Dan belum ada di Maros, kabupaten tempatnya lahir dan tinggal.

Malik pun membeberkan, dia mulai mendorong orang-orang yang dikenalnya, termasuk keluarganya, untuk masuk sistem pemerintahan di Maros. Untuk membawa perubahan dalam hal investasi, katanya.

Bos Kuala Mas Group itu yakin, Maros bisa maju di tangan orang yang tepat. Dolar Maros, menurut dia, ada di Bontoa. Jika ada pelabuhan di situ, monopoli Makassar soal keuntungan dan pendapatan daerah tak lagi terjadi.

Tentu saja, pandangnya, masalah pelik yang dialami warga di sana selama ini, kekurangan air bersih, bisa teratasi jika uang yang beredar banyak dan masyarakat sejahtera.

Malik memang lebih banyak berkiprah di luar. Dia memiliki tujuh SPBU di Papua. Tersebar di beberapa daerah. Antara lain Yahukimo, Mimika, Asmat, Supiori, Memberamo Raya.

Di Maros hanya ada usaha air gelas yang merek Kuala Mas itu. “Usaha iseng-iseng. Karena untuk urus izin kemasan botolnya saja teramat rumit,” tutupnya. (mal) 

Penulis : | Editor :

Related posts