SD 57 Bulu-bulu Target Terbitkan Kumpulan Pentigraf Pertama di Sulsel

Peserta workshop bersama narasumber. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Pentigraf, cerpen tiga paragraf, sedang jadi tren. Sudah mulai “masuk” juga di Maros. Kemarin, SDN 57 Bulu-bulu menggelar worskhop pentigraf. Sebanyak 43 guru dan tenaga kependidikan jadi peserta.

Workshop berlangsung sehari di gedung sekolah tersebut. Dibawakan oleh Lory Hendrajaya, seorang penulis dan budayawan Maros.

Read More

Lory berharap ilmu tentang pentigraf ini akan dikenal dan diketahui guru, khususnya di Maros. Sebab bisa menjadi alternatif karya yang berkualitas.

Dia pun menceritakan bahwa pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf. Karya sastra jenis baru ini kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr Tengsoe Tjahjono.

Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri atas tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih. Namun demikian, pentigraf haruslah memiliki tokoh, alur cerita, dan konflik yang kuat. Untuk itulah dalam menuliskan pentigraf harus memperhatikan pemilihan diksi untuk menciptakan kalimat yang efektif.

Kepala UPTD SDN 57 Bulu-bulu, Sri Wahyuni mengaku sangat bersyukur guru-gurunya sudah mendapatkan ilmu pentigraf. Dia pun berharap akan menjadi keterampilan karya baru.

Suasana workshop pentigraf. (FOTO: IST)

Sri bahkan mengagendakan penerbitan kumpulan karya pentigraf SDN 57 Bulu-bulu. Target akan terbit paling lama akhir tahun ini. “Mungkin akan menjadi kumpulan pentigraf pertama di Sulsel,” ucapnya. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts