Insentif Guru Mengaji Kucur, BKPRMI Apresiasi Muzayyin

Penyerahan simbolis insentif guru mengaji. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Golnya program insentif guru mengaji di Pemprov Sulsel diapresiasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Sebab, hal tersebut sudah cukup lama dinantikan.

Ketua BKPRMI Sulsel, Hasid Hasan Palogai menuturkan, pihaknya bersyukur karena di tengah penantian, bisa bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif, yang kemudian memfasilitasi aspirasi tersebut.

Read More

“Melalui bantuan saudara kami Ustaz Muzayyin Arif, kami dipertemukan dengan bapak gubernur, yang dengan senang hati menyambut kami,” tuturnya pada peringatan Hari Santri Nasional tingkat provinsi yang digelar di Pesantren Darul Istiqamah Pusat, Maccopa, Maros, Sabtu, 24 Oktober 2020.

“Terima kasih dan penghargaan kepada bapak gubernur, terkhusus kepada Ustaz Muzayyin. Perjuangan mendapatkan insentif guru mengaji banyak diinisiasi oleh beliau,” imbuh Hasid.

Muzayyin menanggapi hal tersebut dengan menuturkan bahwa suatu kebanggan bisa mewakili santri sekaligus pihak pemerintah, dalam memberi dukungan terhadap pendidikan agama di Sulsel.

Dirinya mengaku seringkali mendapat curhatan dari masyarakat setiap kali turun ke dapilnya. Bahwa selama tiga tahun insentif guru mengaji tidak lagi dicairkan.

Atas dasar itulah, Muzayyin yang berasal dari “rahim” Pesantren Darul Istiqamah Pusat, Maccopa,
kemudian mulai lakukan inisiasi.

“Sebagai bagian dari kaum santri, yang saat ini mendapat amanah sebagai perwakilan aspirasi masyarakat di DPRD Sulsel, tentu saya patut berbangga. Kehadiran pemerintah dalam memberi dukungan kegiatan keagamaan melalui ponpes dan pendidikan agama, tentu menjadi langkah strategis untuk bangsa yang maju,” tutur Muzayyin.

Peringatan hari santri memang tidak sekadar seremonial. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif sekaligus menyerahkan simbolis insentif untuk guru mengaji dan bantuan kepada pondok pesantren tahun anggaran 2020.

Total insentif yang diberikan sebesar Rp3 miliar. Akan dibagikan kepada 2.500 orang dari 2.996 guru mengaji di Sulsel, di bawah binaan BKPRMI. Satu guru dapat Rp1 juta.

“Untuk sisa guru mengaji yang belum mendapat insentif, kita sementara melakukan pendataan ulang, untuk kemudian dilakukan verifikasi,” ujar Nurdin. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts