Maros Siapkan Perbup Strategi Pencegahan Perkawinan Anak

Kepala DP3A Maros, Idrus. (FOTO: DOK/MM)

MAROS, MM – Pemkab Maros merespons cepat rampungnya Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas-PPA). Turunannya berupa strategi daerah (strada) yang mempertimbangkan lokalitas, sedang dirancang.

Pemkab Maros bahkan ingin membuat payung hukumnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Idrus, menargetkan Peraturan Bupati (Perbup) bisa terbit segera.

Read More

“Jika ada Perbup-nya, strada pencegahan perkawinan anak bisa menjadi dasar bagi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) bupati baru nanti,” ucapnya, Kamis, 5 November 2020.

Dua hari terakhir, DP3A Maros bersama Bappeda, civil society organization (CSO), dan media massa mengikuti rangkaian sosialisasi Stranas-PPA yang digelar Institute of Community Justice (ICJ). Hajatan virtual itu diikuti perwakilan 24 kabupaten/kota di Sulsel.

DP3A Maros pun sudah menyurat ke ICJ untuk pendampingan penyusunan Strada-PPA.

Pemerintah pusat bersama berbagai pihak memang sudah menyusun strategi nasionalnya. Kini tiba waktunya mensosialisasikannya ke daerah. Sebab penerapannya juga akan dilakukan di masing-masing daerah.

“Kita sedang berupaya mendorong lahirnya roadmap pencegahan perkawinan anak di Sulsel,” ucap Ferry Mambaya, Direktur IJC.

Sehari setelah sosialisasi, masing-masing daerah diminta menyusun strategi daerah (strada). Termasuk Maros.

Setiap perwakilan kabupaten/kota menampilkan data tentang perkawinan anak di daerahnya. Termasuk memaparkan situasi dan kendala yang dihadapi, regulasi yang telah dibuat, hingga siapa saja yang dilibatkan.

Di Maros, angka perkawinan anak melonjak tahun ini. Data Pengadilan Agama Maros, dari Januari hingga Oktober 2020, permohonan dispensasi nikah yang diterima berjumlah 203 berkas. Padahal sepanjang 2019 hanya ada 60 permohonan. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts