RPJMD Berubah, Target Ekonomi Bangkit Setelah Dihantam Pandemi

Gubernur Sulsel memasuki Gedung DPRD Sulsel, Senin, 9 November 2020 untuk agenda rapat paripurna. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Wabah bukan hanya tentang penyakit, tetapi juga ekonomi. Virus corona menjangkiti sektor-sektor penting. Meski begitu, sudah saatnya bangkit.

Itu juga yang membuat Pemprov Sulsel harus melakukan revisi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Walau menurut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menjelaskan, perubahan ini secara normatif didasari karena adanya perubahan regulasi secara nasional.

Read More

Namun, lanjutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa secara substansi hal tersebut untuk mengakselerasi pencapaian target. Makanya harus ada perampingan program.

“Tekanan akibat pandemi Covid-19 semakin melengkapi argumentasi kita dalam melakukan perubahan RPJMD Tahun 2018–2023,” katanya pada Rapat Paripurna di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Senin, 9 November 2020.

Selain perubahan muatan RPJMD, juga terjadi revisi target ekonomi makro akibat gejolak ekonomi global yang diperparah dengan adanya pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, target pertumbuhan ekonomi daerah dalam RPJMD Provinsi Sulawesi pada akhir tahun 2023 dari target 7,90-8,30 persen berubah menjadi sekitar 6 persen lebih.

Dampak pandemi Covid-19 dari sisi ekonomi berimplikasi terhadap kurang maksimalnya sektor-sektor usaha masyarakat dan dunia usaha. Pandemi memberikan imbas negatif terhadap perekonomian Sulawesi selatan di kuartal II lalu. Antara lain sektor transportasi, terutama transfortasi udara, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan besar dan eceran.

Namun di kuartal III, berdasarkan rilis BPS beberapa hari yang lalu, pertumbuhan ekonomi sudah lebih baik. Sebab telah mencapai pertumbuhan sebesar 8,18 persen, dari sebelumnya mengalami kontraksi minus 0,41 persen dan minus 2,91 persen pada kuartal I lalu.

Dari sisi kemampuan akselerasi pertumbuhan, jika dibandingkan dengan kuartal II lalu, Sulsel mampu tumbuh lebih cepat secara nasional. Dari peringkat 22 dari 34 provinsi menjadi peringkat 7 pada kuartal III.

Di dalam perubahan RPJMD ini, jumlah program juga mengalami perubahan. Dari 431 program menjadi 164 program. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts