Saat Mencoblos Pakai Sarung Tangan, Jari Tak Dicelup di Tinta

Simulasi pemungutan suara digelar KPU Maros. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Ini sungguh pilkada yang berbeda. Calon pemilih akan menemukan hal-hal baru di TPS, 9 Desember 2020 nanti. Salah satunya, mencoblos dengan tangan yang dilapisi sarung tangan. Terbuat dari plastik.

Sarung tangan plastik adalah poin dari 15 hal baru di TPS, sebagai syarat pilkada tetap lanjut di tengah pandemi. Satu pemilih satu sarung tangan. Sekali pakai.

Read More

Hal lain relatif sudah menjadi sesuatu yang umum beberapa bulan terakhir. Di antaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh saat ingin memasuki area TPS.

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga akan memakai alat pelindung diri. Mulai dari masker, penutup muka, dan sarung tangan.

Sebagai tanda telah mencoblos, pemilih juga tak lagi mencelupkan jari ke tinta, melainkan dilakukan dengan cara ditetes.

KPU Maros juga sudah melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara pilkada, akhir pekan lalu di Aula Lapangan Pallantikang, Turikale.

“Aspek yang paling penting untuk kita perhatikan dalam simulasi ini adalah penerapan protokol kesehatan, sebab ini yang menjadi beda dibanding dengan pilkada sebelumnya,” ujar Mujaddid, Komisioner KPU Maros, Divisi Teknis Penyelenggaraan.

“Protokol kesehatan yang perlu dilakukan antara lain penggunaan APD untuk para penyelenggara dan hal ini wajib, seperti kaos tangan, fild sheld, masker. Kemudian penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dokumen yang dipakai dibungkus dengan plastik dan jaga jarak bagi masyarakat yang datang untuk memilih,” jelasnya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts