Pertamina Genjot 40 Ribu Unit, Pertashop Pertama untuk Maros Ada di Tanralili

Pertashop di salah satu daerah. (FOTO: DOK/PERTAMINA)

MAROS, MM – Tidak lama lagi masyarakat bisa mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) resmi Pertamina dari layanan di luar SPBU yang ada selama ini. Badan usaha milik negara tersebut mulai membuka peluang pembukaan Pertashop, “SPBU” dengan versi lebih sederhana.

Pertamina bekerja sama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Percontohan Pertashop pertama di Sulsel dibangun di Malakaji, Kabupaten Gowa. Namun pembangunan percontohan khusus untuk Kabupaten Maros pun tengah dilakukan.

Read More

Lokasinya di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili. Mengambil lahan di dekat gerbang perumahan Bukit Indah Kapuk. Mitra Pertamina untuk Pertashop tersebut adalah PT Sanusi Karsa Tama Energi.

Pembangunan Pertashop di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. (FOTO: MM)

“Alhamdulillah bukan lahannya saja yang sudah siap. Pembangunannya bahkan sudah berlangsung. Sedikit lagi Maros akan punya Pertashop pertamanya. Ini akan jadi pilot project,” ujar Abdul Salam, Direktur Utama, PT Sanusi Karsa Tama Energi, Minggu, 13 Desember 2020.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Jakarta, mengatakan, Pertamina menargetkan memiliki 40 ribu outlet Pertashop dalam empat tahun ke depan. Meski menurutnya jumlah tersebut masih terlalu sedikit jika program yang ingin dicapai adalah One Village One Pertashop atau satu desa satu Pertashop.

Hal tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam acara 2020 International Convenient on Indonesian Upstream Oil and Gas, yang diselenggarakan SKK Migas, Rabu lalu.

“Pertamina akan secara masif mendistribusikan BBM ke seluruh Indonesia. Sekitar 40 ribu Pertashop baru dalam empat tahun ke depan, menurut saya itu terlalu sedikit, saya ingin 780 ribu Pertashop untuk implementasi satu desa satu Pertashop,” ucap mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Ahok juga mengundang para investor untuk bekerja sama dengan Pertamina di sektor hulu. Sebab dengan kerja sama tersebut, mereka juga bisa ber-partner dengan Pertamina dalam hal distribusi. Terlebih Pertamina memiliki ribuan SPBU atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pertashop menyerupai SPBU, dengan cakupan layanan yang lebih kecil. (FOTO: IST)

“Ada 7.461 stasiun bahan bakar. Itulah mengapa kami percaya investor ketika mereka masuk, di hulu kami, mereka juga dapat bermitra dengan kami, dalam logistik dan rantai pasokan,” imbuhnya.

Pertashop tersebut akan menjadi lembaga penyalur resmi BBM, elpiji, dan pelumas Pertamina berskala kecil yang digalakkan di desa-desa seluruh Indonesia. (mal/bs)

Penulis : | Editor :

Related posts