Satgas Covid-19 Maros Ingatkan Tak Ada Kumpul-kumpul Malam Tahun Baru

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin. (FOTO: DOK)

MAROS, MM – Angkanya terus naik. Per hari ini ada 95 orang di Kabupaten Maros yang terkonfirmasi positif Covid-19. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Maros, dr Syarifuddin mengingatkan masyarakat untuk hati-hati.

Syarif menegaskan bahwa pandemi belum berakhir. Jadi perlu untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

Read More

“Protokol kesehatan sepertinya semakin terabaikan. Ini bisa kita lihat sehari-hari dalam pelaksanaan pesta pernikahan maupun acara kumpul-kumpul lainnya,” ucap Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros itu, Rabu, 16 Desember 2020.

Dia pun mengingatkan masyarakat tak menggelar acara besar-besara. Misalnya pada momentum paling dekat, yakni malam pergantian tahun baru.

“Menjelang pergantian tahun, harus lebih diwaspadai lagi. Kalau perlu (jika memang ingin) dirayakan di rumah masing-masing saja,” imbuhnya.

Syarif juga menyebut bahwa hal-hal seperti memakai masker, jaga jarak fisik, selalu cuci tangan, harusnya sudah jadi kebiasaan. Jangan malah ditinggalkan.

Sepanjang hari kemarin ada penambahan sembilan orang terpapar di Maros. Ada yang di Kecamatan Simbang, Kecamatan Lau, Kecamatan Turikale, Kecamatan Bantimurung.

Memasuki bulan Desember, jumlah orang yang terinfeksi virus corona itu memang menunjukkan grafik ke atas. Pada 1 Desember, terkonfimasi positif ada 57 pasien. Lalu meningkat tajam keesokan harinya menjadi 66 pasien. Pada 3 Desember juga membengkak jumlahnya menjadi 74 pasien.

Puncaknya adalah 5 Desember 2020, sehari jelang masa tenang Pilkada Maros. Sebanyak 19 orang terkonfirmasi positif sehingga totalnya mencapai 92 pasien.

Hingga saat ini angkanya selalu di atas 90 orang. Pasien yang sembuh digantikan pasien baru terpapar.

“Kita seharusnya tidak lengah. Sangat penting untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” imbuh Syarifuddin.

Sejak pandemi ini terjadi, jumlah kasus positif Covid-19 di Maros sudah mencapai 816. Meskipun angka kesembuhan cenderung tinggi, 88,4 persen (705 orang), ada 16 orang yang meninggal. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts