Korban Terus Berjatuhan di Maros, DPRD Panggil Petinggi Balai Besar Jalan Nasional

Foto korban kecelakaan di Maros, unggahan seorang warganet di Info Kejadian Maros, Jumat, 25 Desember 2020. (FOTO: SS)

MAROS, MM – Beberapa hari belakangan, grup-grup warga Maros di Facebook ramai oleh unggahan jalanan berlubang. Jalan yang sengaja dilubangi karena hendak diganti aspal dan jalan yang memang berlubang karena genangan air.

Banyak juga unggahan mengenai korban luka karena terjatuh di lubang jalan. Seperti Jumat pagi, 25 Desember 2020, seorang petugas Pemadam Kabupaten (Damkar) Kabupaten Maros harus dilarikan ke klinik kesehatan setelah jadi “korban berikutnya”. Sepeda motornya oleng, terjatuh. Alam, nama petugas Damkar itu mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Read More

Anggota DPRD Sulsel asal Maros, Andi Muhammad Irfan AB juga geram dengan situasi itu. Usai berbicara keras pada rapat paripurna pembacaan pokok-pokok pikiran anggota DPRD hasil reses, beberapa waktu lalu, dia kembali membuat pernyataan.

“Dewan akan segera memanggil Balai Besar Jalan Nasional,” ujar Irfan.

Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, kondisi jalanan saat ini tidak boleh dibiarkan lama. Harus secepatnya dibenahi. Sebelum korban berjatuhan lagi.

Irfan pun menyebut kualitas jalan nasional khususnya di Maros, rendah. Setiap saat mengalami kerusakan.

“Ini menyebabkan terjadinya banyak kecelakaan dan kerusakan kendaraan serta semakin memacetkan poros jalan,” katanya.

Titik kemacetan yang jadi “langganan” adalah jalan poros dari Maros kota hingga simpang lima bandara. Begitu pula pada arah sebaliknya.

Sedangkan pada wilayah lain semisal di Lau, Bontoa, Bantimurung, Simbang, Cenrana, Camba, hingga Mallawa, kerusakan jalan menyebabkan kerawanan kecelakaan lalu lintas. (mal) 

Penulis : | Editor :

Related posts