Kamar Isolasi di Hotel Penuh, Maros Siagakan Lagi Rujab Bupati

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Awal tahun di Kabupaten Maros diwarnai data meningkatnya kasus Covid-19. Sepuluh hari pertama, angka terkonfirmasi positif “menggila”. Tercatat, 152 orang terpapar virus corona. Dua di antaranya meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin menyebut bahwa peningkatan kasus sangat drastis. “Ada yang isolasi mandiri di rumah. Ada juga yang isolasi di hotel di Makassar yang disiapkan oleh Pemprov,” ujarnya, Senin, 11 Januari 2021.

Read More

Permohonan isolasi di hotel pun bertambah banyak. Problemnya, kapasitas kamar yang disediakan Pemprov Sulsel rata-rata penuh. Sedangkan di Maros tidak ada hotel yang disiapkan jadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

“Dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan, telah disiapkan rusun dan rumah jabatan bupati Maros, kalau fasilitas hotel yang disediakan oleh Pemprov sudah tidak muat lagi,” beber Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros itu.

Rusun yang dimaksud sebenarnya sudah lama disiapkan. Rumah jabatan pun begitu. Namun pernah tak dilirik saat angka Covid-19 jauh menurun. Kini naik lagi, bahkan melonjak.

Data yang terkonfirmasi per 12 Januari 2021 menunjukkan adanya 195 orang yang terpapar.

Sepanjang 2020, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros, terdapat 916 orang pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah tersebut 804 orang dinyatakan sembuh dan 16 orang meninggal dunia.

Mengenai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Syarifuddin mengaku belum ada rencana. Sebab, Kabupaten Maros dianggap masih dalam kategori terkendali. “Tetapi kami tetap menunggu pembicaraan lebih lanjut sekaitan kebijakan itu,” ungkapnya.

Pagi ini rencananya akan mulai simulasi vaksinasi di Maros. Lokasinya di Puskesmas Lau. (suf)

Penulis : | Editor :

Related posts