Penerima BST di Maros Berkurang 5.000 KPM, Kadis Sosial: Sedang Kita Cek Ulang

Kadis Sosial Maros, Prayitno. (FOTO: DOK)

MAROS, MM – Tahun sebelumnya di kisaran 14.000 penerima, tahun ini sisa 9.000. Artinya ada 5.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Maros yang tak lagi masuk daftar untuk 2021.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Prayitno menuturkan, pengurangan itu dari pemerintah pusat. “Mungkin ada data ganda yang ditemukan, atau data penerima tidak valid,” ucapnya, Selasa, 12 Januari 2021.

Read More

Prayitno meminta warga tidak resah. Pihaknya sedang berupaya melakukan pengecekan. “Kalau misalnya data penerima tidak valid maka akan dilakukan perbaikan dan kemudian diusulkan kembali.”

BST memang bersumber dari pemerintah pusat. Disalurkan oleh Kementerian Sosial RI. Ada yang melalui kantor pos. Ada juga lewat bank. Besarannya Rp300 ribu per KPM.

Penyalurannya mulai dilakukan. Dibagi ke kecamatan masing-masing, kecuali Kecamatan Maros Baru, Mandai, dan Turikale yang dipusatkan di posko dampak bencana Dinsos Maros.

Salah seorang penerima manfaat BST, Rusli (45), warga Kecamatan Maros Baru, mengaku kaget dan heran karena dirinya tidak lagi mendapatkan panggilan untuk menerima BST. Ia pun mendatangi kantor Dinsos Maros untuk meminta kejelasan.

“Saya harap data penerima bisa terselesaikan secepatnya. Karena, pandemi sekarang kami sangat butuh bantuan itu. Pekerjaan susah dan serba terbatas,” katanya. (suf)

Penulis : | Editor :

Related posts