Pulang Mencopet, Bapak Tugaskan Anak Jual Barang “Haramnya” via Facebook

Hendra dan anaknya, JK, diringkus aparat Unit Reskrim Polsek Tanralili. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Bukannya mengarahkan anaknya ke jalan yang benar, Hendra (45 tahun) malah mengajak putranya JK (18) untuk berbuat kriminal.

Hendra teridentifikasi sering melakukan aksi copet di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Maros. Saat barang copetan terkumpul, dia lalu menugaskan JK untuk menjualnya. Rata-rata dijual melalui media sosial Facebook.

Read More

Namun aksi keduanya terhenti. Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Tanralili mengamankan Hendra dan JK, Sabtu, 16 Januari 2021.

Kanit Reskrim Polsek Tanralili, Ipda Erwin yang mempin penangkapan membeberkan, pelaku memang spesialis copet di pasar. Sasarannya mengambil dompet, tas, hingga ponsel pengunjung.

“Pelaku ini merupakan bapak dan anak. Pelaku utama Si Bapak melakukan copet di pasar-pasar rakyat pada hari-hari pasar. Setelah berhasil, barang curian diserahkan kepada Si Anak untuk dijual kembali melalui Facebook,” tutur Erwin, Senin, 18 Januari 2021.

Saat diiinterogasi petugas, pelaku mengaku sudah melakukan aksinya tiga kali di Pasar Carangki, dua kali di Pasar Batangase, dan satu kali di Pasar Camba.

“Modus operandinya pelaku ini memang menyasar pasar-pasar yang ramai pengunjung. Jika sudah ada target korban, pelaku mengikuti dan memepet kemudian mengambil barang-barang milik korban,” imbuh Erwin.

Polisi menyita dua unit ponse dan satu buat dompet warna cokelat yang diduga barang hasil kejahatan pelaku. Keduanya kini diamankan di Mapolsek Tanralili. “Keduanya akan kami kenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara.” Erwin menambahkan.

Terpisah, Kasubbag Humas Bag Ops Polres Maros, AKP Abdullah mengimbau masyarakat dalam beraktivitas selalu berhati-hati terhadap aksi kejahatan.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini ekonomi semakin sulit. Tentunya dibarengi dengan potensi kenaikan angka kejahatan,” ucap Abdullah.

Bila bepergian pun, masyarakat diimbau tidak memakai perhiasan yang mencolok. Sebab dapat mengundang orang lain berbuat kejahatan. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts