Ogah Aksi Mahasiswa Hanya untuk Story Medsos, HPPMI Gelar Kelas Advokasi

Para peserta Kelas Advokasi yang digelar HPPMI Komisariat Unhas-PNUP. Acara tersebut digelar dua hari. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros menilai bahwa ada yang kendur di era digital ini. Salah satunya adalah semangat advokasi mahasiswa membela kaum tertindas.

Makanya lini tersebut coba diperkuat lagi. Termasuk menjadi bahasan serius pada Kelas Advokasi yang diikuti kader HPPMI dari beberapa komisariat. HPPMI Komisariat Unhas-PNUP yang jadi penyelenggaranya.

Read More

Salah satu pemateri, Herman, mengatakan, dalam mengawal kepentingan orang banyak, salah satu yang diperlukan adalah aksi massa. Itu, sebutnya, tidak boleh lekang oleh waktu.

“Karena advokasi adalah proses pengawalan isu, dari kaum tertindas dengan tujuan memperoleh keadilan,” tuturnya.

Mahasiswa adalah agent of change, yang menjembatani aspirasi rakyat. “Mahasiswa perlu sadar atas tanggung jawab yang diemban, membela rakyat yang tertindas, serta dapat membawa perubahan.”

Namun, pandang salah satu peserta diskusi, sekarang kebanyakan mahasiswa hanya ikut aksi untuk memenuhi kebutuhan story medsos, tanpa mengetahui sebelumnya apa yang diaksikan.

Kegiatan Kelas Advokasi yang digelar 16-17 Januari 2021 di Aula Kolam Renang Bantimurung mengangkat tema “Meningkatkan Mutu dan Kepekaan Sosial Kader melalui Revitalisasi Advokasi, Menuju Kader HPPMI Maros yang Kritis Terhadap Isu Sosial”.

Kegiatan itu dibuka Athillah Naufal Ikram, formatur terpilih Pimpinan Pusat HPPMI Maros. Diikuti 35 peserta dari beberapa komisariat. Di antaranya Komisariat UNM, Komisariat UMI, Komisariat Unibos-Polibos, Komisariat Kecamatan Lau, Komisariat Kecamatan Bantimurung, Komisariat Pelajar.

Kegiatan diisi lima materi yang berkaitan dengan advokasi. Mulai dari pengantar advokasi, analisis isu dan investigasi, media advokasi dan big data, manajemen aksi massa, hingga membangun keterampilan dalam negosiasi, meditasi, kesepakatan, dan kerja advokasi.

Rahim Ramadhani selaku Dewan Konsultasi HPPMI Maros Komisariat Unhas-PNUP bilang bahwa semua materi itu sangat terkait dengan kerja-kerja perjuangan ke depan. (ast) 

Penulis : | Editor :

Related posts