Bayi 3 Bulan Pengungsi Asal Mamuju di Maros Sakit

Pengungsi asal Mamuju menempati rumah seorang warga Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale. Mereka berjumlah 15 orang. (MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – M Ali, balita usia 3 bulan korban terdampak bencana alam gempa bumi Sulbar yang dibawa orang tuanya mengungsi ke Kabupaten Maros, Sulsel, alami gangguan kesehatan.

“Sakit demam. Tetapi sudah agak mendingan,” kata Anita, ibu Ali, Jumat, 22 Januari 2021.

Read More

Bersama ibunya Anita, Ali tengah mengungsi di Lingkungan Ballu-ballu, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, kediaman ipar orang tuanya. Begitu juga dengan 13 orang keluarganya.

Menurut Anita, balitanya itu mengalami gangguan kesehatan sehari setelah ia tiba dan menginap di rumah milik Suhardi, salah satu pedagang yang menjual aneka buah di pinggir jalan poros Makassar-Maros, samping Kedai Jalangkote 189.

Ia mengungsi lantaran rumahnya di Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, hancur. Hanya tersisa pakaian di badan, sejumlah surat penting, dan juga sepeda motor.

Mereka pun harus mengungsi. Jauh-jauh ke Maros. Susu formula dan popok Ali didapatkan dari donasi warga Maros yang menaruh empati dengan kondisinya. “Insyaallah cukup sampai beberapa waktu ke depan,” ucap Anita.

Pemilik rumah, Suhardi mengatakan saat ini sebanyak tiga keluarga yang tinggal di rumahnya. Besar kemungkinan akan bertambah.

“Pascagempa ada keluarga yang turun jadi relawan. Kemarin malam menelepon katanya ada lagi yang akan menyusul untuk mengungsi ke Maros,” katanya.

Camat Turikale, A Riswan Akbar mengaku telah meminta tim pendamping sosial Kecamatan Turikale untuk melakukan pendampingan kepada para pengungsi di wilayah kerjanya.

“Sudah ada pendamping sosial. Tim ini melakukan pendataan dan juga pendampingan untuk bantuan sosial selama di sini,” bebernya.

Pihaknya juga telah membuka penggalangan donasi untuk meringankan beban pengungsi. Itu dilakukan untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ingin ikut membantu para korban.

“Sekarang kita lagi open donasi bersama sejumlah organisasi masyarakat kepemudaan (OKP). Mengajak warga Maros khususnya di kecamatan ini untuk bersama-sama membantu saudara kita,” tambah Riswan.

Camat Turikale, A Riswan Akbar mengantarkan sembako hasil donasi masyarakat, Jumat, 22 Januari 2021. (FOTO: IST)

Kepada MataMaros.com, Riswan mengaku mendengar ada tambahan pengungsi lagi malam ini di wilayahnya. Lokasi tujuannya adalah Kelurahan Alliritengae.

“Kita perlu perhatikan juga. Mereka adalah saudara-saudara kita,” ucapnya. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts