DPM-PTSP Maros Mampu Raup Rp5,7 M Selama Pandemi

Kepala DPM-PTSP Maros, Andi Rosman. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Pandemi Covid-19 turut mempengaruhi aktivitas pengajuan izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Maros.

“Ada penurunan jumlah pengajuan izin masyarakat. Khususnya di periode Maret, April, dan Mei 2020 tahun lalu,” ujar Andi Rosman, Kepala DPM-PTSP Maros, di ruang kerjanya, Rabu, 27 Januari 2021.

Read More

Selama pandemi, OPD tersebut mampu membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp5,7 miliar.

Sebelum pandemi, setiap bulannya DPM-PTSP Maros bisa memperoleh pendapatan kisaran Rp750 juta sampai Rp800 juta per bulan.

Pendapatan, imbuh Rosmanbaru kembali mengalami peningkatan, saat memasuki era new normal, Juni 2020. Pendapatan yang diperoleh berhasil menyentuh angka Rp400 juta. Kondisi tersebut bertahan hingga pengujung 2020.

Total PAD Rp5,7 miliar turun dari tahun sebelumnya. Namun itu sudah melampaui target yang ditetapkan setelah direvisi akibat adanya pandemi Covid-19, yakni sebesar Rp5,1 miliar. Over 112 persen.

Sebelumnya di awal tahun Pemkab Maros menargetkan dapat meraih PAD dari sektor perizinan dan penanaman modal sebesar Rp8,5 miliar.

Penurunan aktivitas masyarakat dalam membangun karena melemahnya pendapatan ekonomi disebut Rosman juga berpengaruh. Selama ini sumber pendapatan utama DPM -PTSP Maros, berasal dari perizinan menara telekomunikasi dan IMB.

Ruang pelayanan DPM-PTSP Maros dipotret Rabu, 27 Januari 2021. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

Selama pandemi covid 19, DPM-PTSP memberlakukan dua model pelayanan yakin pengurusan izin secara online dan juga tatap muka langsung.

“Online membantu memudahkan masyarakat, sekalian untuk meminimalkan ertular virus Covid-19. Tetapi, pelayanan tatap muka juga tetap dibuka seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts