Dapat Gugatan dari Maros, Ketua Umum IGI Juga Siapkan Langkah Hukum

Anggota IGI Maros, Bagus Dibyo Sumantri melakukan konferensi pers di Maros, Jumat, 29 Januari 2021. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Suasana memanas jelang Kongres III Ikatan Guru Indonesia (IGI). Anggota IGI Maros, Bagus Dibyo Sumantri menuding Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IGI, Muhammad Ramli Rahim melakukan kesalahan. Mulai dari pelanggaran kode etik, penyalahgunaan wewenang sampai dugaan penggelapan dana.

“Ada perubahan AD dan ART serta susunan PP nomor 26 yang telah didaftarkan dan dimuat pada tanggal 27 April 2016, dihadapan Notaris Raden Roro Yuliana Tutiek Setia Murni yang berkedudukan di Kota Jakarta Pusat,” katanya saat konferensi pers di salah satu warkop di Turikale, Maros, Jumat, 29 Januari 2021.

Read More

Bagus bilang, adanya penambahan materi muatan dalam Pasal 6 ayat (1), yaitu berupa kalimat “serta Ketua Umum diberikan kuasa untuk membuka rekening dan bertransaksi perbankan atas nama masing-masing tingkatan kepengurusan IGI di seluruh Indonesia”.

“Padahal dalam Kongres II di Makassar tidak ada kalimat tersebut dalam Surat Ketetapan Kongres II Ikatan Guru Indonesia Nomor: 01/Tap/Kongres-II/IGI/2016 tentang Anggaran Dasar Ikatan Guru Indonesia, tanggal 30 Januari 2016,” urainya.

Bagus juga menuding Ramli yang juga putra kelahiran Maros, melakukan tindakan penggelapan anggaran IGI senilai Rp1,5 miliar. Dana sumbangan dari PT Samsung Electronic Indonesia untuk kebutuhan IGI dalam rangka pelatihan dan peningkatan kompetensi guru di seluruh Indonesia.

Dia mengaku bersama dengan sejumlah anggota IGI lainnya akan menggugat. “Bersama dengan kuasa hukum, kami telah mempersiapkan bukti-bukti, keterangan saksi, dan langkah-langkah hukum yang akan diambil,” kuncinya.

Dikonfirmasi MataMaros.com, Ramli menyebut bahwa justru dia yang bisa melaporkan Bagus. Sebab, hal-hal yang dipersoalkan sudah selesai dengan terbitnya berita acara dan pernyataan penyelesaian persoalan keuangan PP IGI, tertanggal 21 Januari.

“Bagus ini ketinggalan informasi. Justru kasihan sebab yang dia lakukan bisa berimplikasi hukum,” tutur pendiri Ranu Prima College itu.

Ramli mengaku tidak perlu mengomentari jauh. Sebab terbitnya berita acara penyelesaian yang diteken sekjen hingga bendahara umum PP IGI sudah menjelaskan semua. Tebalnya 22 halaman.

Dalam berita acara tersebut, imbuhnya, malah tertera hasil penelusuran bahwa justru PP IGI yang berutang sebab ada sejumlah dana pribadi ketua umum yang digunakan. “Itu pun sudah saya ikhlaskan demi organisasi,” tambah Ramli.

Polemik tersebut, menurut dia, malah lebih hebat di jajaran pengurus pusat. Namun selesai dengan sendirinya dan sejumlah pengurus PP IGI sudah menyampaikan permohonan maaf di atas kertas bermaterai karena sempat ikut menuding ketua umum.

“Alhamdulillah, setelah semuanya tuntas. Semalam, saya menerima kiriman permohonan maaf lima kawan menyusul empat orang sebelumnya,” ucapnya.

PP IGI melakukan Kongres III di Bandung, Jawa Barat, 28-31 Januari 2021. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts