IGI se-Sulsel Terima LPj Ketua Umum

Ketua IGI Sulsel, Abdul Wahid Nara. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Salah satu pengurus provinsi yang dinanti sikapnya di tengah kongres Ikatan Guru Indonesia (IGI), 28-30 Januari 2021 adalah IGI Sulsel. Sebab ketua umum demisioner, Muhammad Ramli Rahim, sempat mendapat “serangan” dari kampung halamannya. Ramli berasal dari Kabupaten Maros.

Namun IGI Sulsel termasuk pengurus kabupaten dan kota, sepakat menerima laporan pertanggungjawaban (LPj) ketua umum.

Read More

Ketua Wilayah IGI Sulsel, Abdul Wahid Nara, menuturkan, perjalanan PP IGI periode 2016-2021 di bawah kepemimpinan Ramli sangat baik. Baik dari segi keanggotaan, kualitas maupun kuantitas, kegiatan peningkatan kompetensi guru setiap pekan, hingga melahirkan pelatih-pelatih yang mumpuni di bidangnya.

Ramli juga disebutnya sukses melaksanakan Anugerah Pendidikan Indonesia yang diawali dari Gerakan Duta Bayar Balik.

“Prestasi luar biasa ditunjukkan oleh Daeng Ramli dalam memimpin IGI pusat,” ucap Wahid.

Terkait adanya seorang pengurus wilayah IGI Sulsel Bagus Dibyo Sumantri yang melakukan somasi, jelasnya, itu bukan atas nama kelembagaan dan melanggar aturan organisasi.

“Kalau dia selaku tim sukses salah satu kandidat ketua umum IGI bisa jadi,” katanya.

Dia pun mengaku menyayangkan tindakan itu. “Kami akan reshuffle pengurus yang melanggar aturan organisasi,” tegas Wahid.

Ketua IGI Kabupaten Wajo, Ilham Hasanuddin, berpendapat, Bagus mesti meminta maaf. Jika tidak pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Ini jelas mencedarai IGI secara kelembagaan. Kami minta IGI wilayah memecat Bagus dari kepengurusan,” tuturnya.

Gugatan dari Maros

Sehari sebelumnya, seorang pengurus IGI Sulsel, Bagus Dibyo Sumantri membuat konferensi pers di Maros. Dia menuding ketua umum Ramli Rahim melakukan kesalahan. Mulai dari pelanggaran kode etik, penyalahgunaan wewenang sampai dugaan penggelapan dana.

Bagus juga menuding Ramli melakukan tindakan penggelapan anggaran IGI senilai Rp1,5 miliar. Dana sumbangan dari PT Samsung Electronic Indonesia untuk kebutuhan IGI dalam rangka pelatihan dan peningkatan kompetensi guru di seluruh Indonesia.

Koordinator pemenangan wilayah Sulawesi dari seorang kandidat ketua umum IGI pada Kongres III itu mengaku bersama dengan sejumlah anggota IGI lainnya akan menggugat. “Bersama dengan kuasa hukum, kami telah mempersiapkan bukti-bukti, keterangan saksi, dan langkah-langkah hukum yang akan diambil,” kuncinya.

Dikonfirmasi MataMaros.com, Ramli menyebut bahwa justru dia yang bisa melaporkan Bagus. Sebab, hal-hal yang dipersoalkan sudah selesai dengan terbitnya berita acara dan pernyataan penyelesaian persoalan keuangan PP IGI, tertanggal 21 Januari.

“Bagus ini ketinggalan informasi. Justru kasihan sebab yang dia lakukan bisa berimplikasi hukum,” tutur pendiri Ranu Prima College itu.

Ramli mengaku tidak perlu mengomentari jauh. Sebab terbitnya berita acara penyelesaian yang diteken sekjen hingga bendahara umum PP IGI sudah menjelaskan semua. Tebalnya 22 halaman.

Wahid Mundur 

Sementara itu, Abdul Wahid Nara mundur dari pencalonannya di Kongres III IGI yang digelar secara virtual yang dipusatkan di PPPPTK Kemendikbud Bandung 28-30 Januari 2021

Mundurnya pendiri IGI Daerah Pinrang itu lantaran memberi kesempatan kepada calon dari provinsi yang lain, karena ketua sebelumnya yaitu Muhammad Ramli Rahim juga dari Sulsel.

Wahid mengaku ingin lebih fokus untuk membesarkan IGI Sulsel dan tugasnya sebagai kepala UPT SMAN 3 Pinrang. (mal) 

Penulis : | Editor :

Related posts