Pembebasan Lahan Rel Kereta Macet, BPN: Banyak yang Sengketa

Kasi Pengadaan dan Pengembangan Tanah BPN Maros, M Hadrawi. (FOTO: MUHAMMAD YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Progres pembangunan rel kereta api rute Makassar-Parepare, di Kabupaten Maros macet. ATR Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maros menyebut penyebabnya.

“Sejumlah lahan masih sengketa,” ujar M Hadrawi, Kasi Pengadaan dan Pengembangan Tanah BPN Maros, Senin, 1 Februari 2021.

Read More

Saat ini, capaian proyek pembangunan rel kereta api sudah mencapai 56,55 persen dari total 97,51 hektare atau 858 bidang tanah. Jumlah lahan yang tersisa 42,36 hektare atau sebanyak 382 bidang tanah.

“Yang sudah dibebaskan itu 55,14 hektare atau sebanyak 476 bidang tanah,” bebernya.

Sementara untuk siding track, stasiun, dan balaiyasa progresnya baru mencapai 15,14 persen dari total 80,4 hektare lahan atau 290 bidang tanah.

“Masih ada 57,22 hektare yang belum dibebaskan,” jelas Hadrawi.

Upaya percepatan pembebasan lahan menurutnya, masih terus dilakukan dengan cara komunikasi dan juga menitipkan dana ke pengadilan. Ia berharap agar pembebasan lahan bisa terselesaikan sesuai target .

“Semoga cepat terselesaikan dan kereta juga secepatnya bisa dioperasikan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Balai Perkeretaapian merilis, konstruksi fisik Jalur Kereta Api Trans Sulawesi Lintas Makassar-Parepare emasuki fase Pangkep-Maros.

Panjangnya 59,6 kilometer dan sudah rampung di atas 50 persen.

Fase tersebut diproyeksikan rampung semuanya 2021 ini. Ada tujuh perencanaan stasiun persinggahan, yaitu Mandai, Maros, Rammang-rammang, Pangkajene, Labakkang, Ma’rang, dan Mandalle.

Proyek pembangunan rel beserta tujuh stasiun tersebut sebenarnya ditargetkan rampung pada Desember 2020. Namun karena adanya masalah pembebasan lahan dari Desember 2019 sampai Mei 2020, proyek mulur.

Pembangunan Jalur Kereta Api Trans Sulawesi Lintas Makassar-Parepare dimulai sejak 2015. Pembangunan dimulai di Kabupaten Barru dan telah diselesaikan sepanjang 47 km jalur kereta. Dari total 47 km jalur rel kereta tersebut, ada sebanyak lima stasiun. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts